ACEH UTARA, harianpaparazzi.com — Sejumlah keuchik di Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, mengaku kembali dihadapkan pada permintaan pengadaan program yang disebut-sebut sebagai titipan.
Kali ini, para keuchik diminta mengalokasikan dana sekitar Rp3 juta per desa untuk pengadaan dua unit Handy Talky (HT).
Informasi yang diperoleh wartawan menyebutkan, program tersebut mencakup 37 desa di Kecamatan Tanah Luas. Jika seluruh desa merealisasikan alokasi tersebut, total anggaran yang terkumpul mencapai Rp111 juta untuk pengadaan 74 unit HT.
Seorang keuchik di Tanah Luas berinisial AD mengungkapkan persoalan tersebut kepada wartawan. Ia menyebut pengadaan HT itu dikoordinasikan oleh oknum Danramil 10 Tanah Luas, Kodim 0103 Aceh Utara.
“Sudah tau informasi pengadaan 2 unit HT Perdesa? Coba konfirmasi ke Sekretaris Forum Keusyik, itu program Oknum Danramil, uang kumpul di Forum dengan nilai sekitar Rp3 juta, HT merek apa 2 Unit 3 Juta? ” ujar AD.
Namun, informasi mengenai keterlibatan Danramil tersebut dibantah oleh Danramil 10 Tanah Luas, Kapten Inf Bahtera Luking Purba.
Saat dikonfirmasi wartawan pada 21 September 2026, Kapten Inf Purba belum memberikan penjelasan rinci. Ia meminta waktu untuk meluruskan informasi yang beredar.
“Mohon waktu ya bang, nanti saya sampaikan,” kata Kapten Inf Purba, (21/09/26).
Di sisi lain, Ketua Forum Keuchik Kecamatan Tanah Luas, Al Halim, membenarkan adanya alokasi dana sebesar Rp3 juta per desa untuk pembelian HT.
Menurut Halim, dana tersebut sejauh ini baru terkumpul dari sembilan desa.
“Yang baru terkumpul sembilan desa. Kalau terkumpul, akan kita beli. Kalau nanti tidak terkumpul, dana tersebut akan dikembalikan,” kata Halim saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menguatkan pengumpulan dana untuk pengadaan HT di tingkat desa, meski mekanisme pengadaan dan pihak yang menginisiasi program tersebut masih menjadi pertanyaan.
Namun, ketika didalami pertanyaan apakah pengumpulan dana tersebut dikoordinasikan oleh Danramil 10 Tanah Luas, Halim tidak memberikan jawaban. Ia memilih diam ketika pertanyaan tersebut kembali diajukan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan mengenai dasar pengadaan 74 unit HT tersebut, mekanisme pembelian, pihak yang menentukan spesifikasi maupun merek. (ody)





