Menu

Mode Gelap
Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat! Di Balik Lumpur dan Doa Keluarga: Perjalanan Menggetarkan Seorang Wartawan Bener Meriah

Aceh

Ngopi Bareng Wartawan, Wali Kota Lhokseumawe: “Kritik Adalah Vitamin untuk Pemerintahan”

badge-check


					Foto: Wali kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H. Perbesar

Foto: Wali kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H.

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Suasana hangat dan penuh tawa mengisi Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe pagi tadi. Bukan acara seremonial biasa, tetapi momen langka ketika ratusan jurnalis dari berbagai platform media berkumpul dalam kegiatan bertajuk Coffee Morning bersama Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H.

Dengan gaya khasnya yang lugas namun terbuka, Sayuti Abubakar menyambut para pewarta dengan tangan terbuka . Sebuah langkah yang menjadi sinyal kuat bahwa ia siap mendengar, bahkan terhadap kritik yang tajam sekalipun.

“Saya memang sengaja undang semua media hari ini. Kritik itu vitamin buat kami. Saya lebih suka ditegur sekarang, daripada nanti masyarakat kehilangan kepercayaan,” ujar Sayuti Abubakar yang disambut riuh tepuk tangan dan senyum simpul para wartawan.

Acara yang penuh nuansa dialog ini menjadi ajang terbuka bagi insan pers menyampaikan masukan secara langsung yang belangsung di aula Sekdako Rabu (14/05). Dari mulai sorotan terhadap proyek SPAM yang tersendat, gedung terbengkalai, hingga penerangan jalan umum yang masih minim, semua ditanggapi Sayuti Abubakar dengan tenang. Bahkan, dalam beberapa momen, ia melontarkan candaan yang menyulut gelak tawa di tengah ruangan yang semula terasa formal.

Meski begitu, Sayuti Abubakar berusaha menampilkan wajah baru pemerintahan: terbuka, ingin mendengar, dan mencoba merangkul semua pihak. Ia memaparkan beberapa program prioritas, termasuk pengelolaan sampah melalui pendekatan “Broeh Jeut Keu Peng”, revitalisasi Gedung Kesenian, serta digitalisasi layanan publik demi transparansi dan efisiensi.

“Laporkan saja kalau ada ASN nongkrong saat jam kerja. Kita butuh birokrasi yang disiplin,” tegasnya.

Di tengah forum terbuka itu, Ketua PWI Kota Lhokseumawe, Sayuti Achmad, usai acara turut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif wali kota membuka ruang komunikasi langsung dengan insan pers. Ia menilai pertemuan seperti ini tidak hanya mempererat kemitraan, tapi juga memperkuat kontrol sosial yang sehat dalam demokrasi lokal.

“Kita mengapresiasi langkah wali kota. Program digitalisasi dan konsep sampah menjadi sumber ekonomi adalah pendekatan yang modern dan positif. Bila dijalankan konsisten, ini akan menjadi lompatan penting bagi pembangunan Lhokseumawe,” ujar Sayuti Achmad.

Menurutnya, media juga memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan program-program tersebut kepada masyarakat agar tak berhenti hanya sebagai wacana.

Tak hanya soal kebijakan, Sayuti Abubakar juga bicara tentang harapan — terutama bagaimana media dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengajak wartawan untuk menyampaikan kinerja pemerintah secara utuh, bukan sekadar tajuk sensasi.

Menjelang penutupan acara, kopi hangat dan obrolan ringan masih mewarnai suasana. Beberapa wartawan saling bertukar candaan, sebagian lain mencatat poin-poin penting di balik pertemuan.

“Ini baru namanya pemimpin yang mau duduk bareng, mau ditanya, bahkan mau disindir langsung,” celetuk seorang wartawan senior sambil tersenyum.

Meski tidak semua jawaban tuntas, namun Coffee Morning ini jadi cermin kecil bahwa ruang diskusi antara pers dan penguasa, masih mungkin untuk dijaga tetap terbuka — meski dengan catatan, kritis tetap harus tajam. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Brimob Aceh dan Brimob Banten Gotong Royong Bersihkan Mesjid Di Aceh Utara

10 Januari 2026 - 16:15 WIB

Didampingi Pengacara, Warga Blang Panyang Laporkan Dugaan Perusakan Kebun Libatkan PJ Geuchik

10 Januari 2026 - 16:14 WIB

Proyek Jalan PT Krung Meuh Putuskan Listrik Warga, Kodim dan Danramil Diminta Klarifikasi

10 Januari 2026 - 12:09 WIB

Dana Desa Gampong Meunye Peut Disorot: Dugaan Indikasi Penyimpangan Aset, Program Berubah Sepihak, hingga BLT Dipotong Oknum Geuchik

9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi

8 Januari 2026 - 19:47 WIB

Trending di Aceh