Menu

Mode Gelap
Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat!

Headline

Muhammad Faisal, Pelajar Aceh Utara yang Belajar di Tengah Rumah Bocor dan Lantai Tanah

badge-check


					Muhammad Faisal, Pelajar Aceh Utara yang Belajar di Tengah Rumah Bocor dan Lantai Tanah Perbesar

Aceh Utara, Harianpaparazzi.com – Kisah memilukan terungkap ketika sejumlah guru SMP Negeri 2 Syamtalira Bayu menjenguk muridnya, Muhammad Faisal, yang beberapa hari tidak masuk sekolah. Niat awal hanya untuk memastikan kondisi kesehatan dan alasan ketidakhadiran, namun kunjungan itu justru membuka fakta menyayat hati: Faisal tinggal di rumah reyot yang jauh dari kata layak huni.

Rumah sederhana di Dusun Cot Hagu, Gampong Blang Majron, Kecamatan Syamtalira Bayu, itu berdinding anyaman bambu yang rapuh dan nyaris roboh. Atapnya hanya terbuat dari daun rumbia dengan banyak lubang, membuat air hujan mudah merembes ke dalam. Lantai rumah pun masih berupa tanah basah, menjadikan suasana lembab, becek, dan tidak sehat untuk ditempati.

Pemandangan ini membuat para guru tertegun. Mereka tak menyangka, di balik semangat belajar Faisal di sekolah, tersembunyi kenyataan pahit tentang perjuangan hidup keluarganya yang bergelut dengan kemiskinan.

Foto: Kondisi rumah Muhammad Faisal. Sumber: Facebook/Sri Wahyuni

Ketua Tuha Peut Gampong Blang Majron, Imam Sayuti, S.Tr.Kom., M.T., membenarkan bahwa keluarga Muhammad Faisal memang telah lama masuk kategori miskin.

“Ini bukan sekadar kurang mampu, tapi memang sudah masuk kategori miskin. Mereka sangat membutuhkan rumah layak huni agar bisa hidup dengan aman dan tenang,” ujarnya.

Ia juga menyinggung soal pengelolaan Dana Desa yang dinilai belum berpihak pada masyarakat miskin dengan kondisi serupa.

“Dana Desa seharusnya bisa dialokasikan untuk membangun rumah layak huni bagi warga seperti Faisal. Namun, Tuha Peut tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan pembangunan. Partisipasi masyarakat pun minim,” tambahnya dengan nada kecewa.

Warga Gampong Blang Majron bersama Tuha Peut kini berharap uluran tangan pemerintah, baik dari Baitul Mal Aceh Utara, Baitul Mal Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, hingga Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera memberikan bantuan nyata.

Kisah Muhammad Faisal menjadi potret buram kehidupan masyarakat miskin di pedalaman Aceh Utara. Di tengah keterbatasan, ia masih berjuang menempuh pendidikan, meski harus tinggal di rumah reyot yang hampir ambruk. Dukungan semua pihak sangat dinantikan, agar Faisal dapat terus menuntut ilmu tanpa dihantui rasa cemas tentang tempat tinggalnya. (Dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat

11 Januari 2026 - 22:56 WIB

Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

7 Januari 2026 - 16:12 WIB

Rumah Sakit Kewalahan, Alarm Krisis Kesehatan Menguat Pascabanjir Aceh

27 Desember 2025 - 17:36 WIB

AJI Lhokseumawe Kecam Perampasan HP Wartawan oleh Oknum TNI di Aceh Utara

25 Desember 2025 - 20:30 WIB

Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal

24 Desember 2025 - 23:06 WIB

Trending di Headline