Menu

Mode Gelap
Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat!

News

Mualem dan Eks Kombatan GAM Gelar Doa Bersama untuk Syuhada di Aceh Utara

badge-check


					Mualem dan Eks Kombatan GAM Gelar Doa Bersama untuk Syuhada di Aceh Utara Perbesar

ACEH UTARA, Harianpaparazzi.com — Majelis GAM/KPA Daerah III Tgk. Syiek Di Paya Bakong menggelar doa bersama mengenang almarhum Tgk. Amad Leupon, mantan Komandan Operasi Daerah III, serta para syuhada Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang gugur dalam konflik Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di kompleks makam Tgk. Amad Leupon, Gampong Leupon Siren, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Kamis (9/10/2025).

Doa bersama yang dipimpin Abi Tarmizi itu turut dihadiri Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka, bersama istrinya, Salmawati.

Sejumlah tokoh penting juga hadir, di antaranya Panglima Muda Daerah III Tgk. Syiek Di Paya Bakong, Sofyan Ismail (Chombet), Wakil Panglima Muda, Darsami Ismail; serta Ketua KPA Wilayah Samudera Pase, H. Abu Bakar A. Latif. Hadir pula jajaran eks kombatan dan masyarakat setempat.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Mualem mengatakan bahwa doa dan zikir bersama tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para syuhada yang telah berjuang untuk martabat rakyat Aceh.

Ia menegaskan, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi atas peringatan syahidnya Tgk. Amad Leupon pada 20 September 2004 silam.

“Meskipun kita telah melewati tanggal peringatan, maknanya tetap sama, mengenang perjuangan dan meneladani keikhlasan para pendahulu. Insya Allah, ke depan semua makam para syuhada akan dibenahi di wilayah masing-masing,” ujar Mualem.

Lebih lanjut, Mualem juga menyinggung komitmen implementasi perjanjian MoU Helsinki, terutama mengenai pemberdayaan mantan kombatan, tahanan politik (Tapol/Napol), dan korban konflik.

“Sudah dua puluh tahun berlalu, banyak hal yang belum terealisasi. Karena itu, kami mendorong pemerintah pusat untuk menetapkan dana abadi bagi mantan kombatan GAM agar kesejahteraan dan semangat rekonsiliasi tetap terjaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Panglima Muda Daerah III, Sofyan Ismail alias Chombet, menyampaikan bahwa pihaknya akan memulai program penataan makam syuhada secara bertahap dan berkelanjutan.

“Di wilayah Daerah III ini terdapat lebih dari 260 makam syuhada yang perlu dibenahi. Ini inisiatif bersama agar perjuangan dan pengorbanan mereka tidak dilupakan oleh generasi setelahnya,” tutur Chombet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Universitas Mercu Buana Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke 11 Desa Terdampak Banjir Bandang di Aceh

10 Januari 2026 - 17:36 WIB

Bupati Batu Bara Raih Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari SMSI

8 Januari 2026 - 12:07 WIB

Informasi Penanganan Banjir Aceh Utara Tak Satu Pintu, Publik Bingung di Tengah Krisis Kemanusiaan

24 Desember 2025 - 19:57 WIB

Bantuan Tepat Sasaran Kodim 0208/Asahan Tuai Apresiasi dari Masyarakat Agam

22 Desember 2025 - 11:50 WIB

FWK : Pejabat Jangan Antikritik, Pers Selalu Hadir Untuk Kepentingan Publik

21 Desember 2025 - 09:58 WIB

Trending di News