Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Headline

Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga

badge-check


Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Perbesar

Kuala Simpang, Harianpaparazzi.com — Dua bulan setelah banjir besar melanda Aceh Tamiang, jerit warga belum benar-benar reda. Di Kampung Perdamaian, Kuala Simpang, lumpur yang mengering, tumpukan sampah rumah tangga, dan perabot rusak masih mengurung permukiman padat penduduk, membuat lingkungan jauh dari kata layak huni.

Pantauan di lapangan menunjukkan, lorong-lorong sempit di kawasan tersebut belum sepenuhnya pulih. Kasur, lemari kayu, kursi, pakaian, hingga puing rumah tangga rusak masih berserakan di depan rumah warga. Lumpur kecokelatan menempel di dinding dan lantai rumah, menyisakan aroma tak sedap dan potensi gangguan kesehatan.

Aktivitas warga pun berjalan terbatas. Sebagian terlihat menjemur pakaian di pagar rumah, sementara anak-anak melintas di gang-gang yang belum sepenuhnya bersih. Pembersihan lingkungan masih banyak mengandalkan swadaya masyarakat, dibantu relawan dan aparat setempat, namun belum mampu mengembalikan kondisi permukiman seperti sebelum banjir.

Foto: Kondisi rumah warga kualasimpang 2 bulan pasca banjir.

Kepala Dusun Kenangan, Desa Perdamaian, Syahrial, mengakui sisa lumpur dan sampah yang menumpuk menimbulkan kekhawatiran serius, terutama bagi anak-anak dan lansia. Bau menyengat masih tercium, khususnya saat cuaca panas, yang dikhawatirkan memicu penyakit pascabanjir.

Masalah lain yang belum teratasi adalah keterbatasan air bersih. Pasokan air PDAM masih mengalir pada jam-jam tertentu dan belum mencukupi kebutuhan warga untuk membersihkan rumah. Kondisi ini memaksa sebagian warga menunda pembersihan, bahkan tidak memiliki pilihan selain buang air besar sembarangan karena rumah dan MCK belum layak digunakan.

Data mencatat, Desa Sriwijaya dihuni 928 kepala keluarga atau 3.092 jiwa, sementara Kampung Perdamaian tercatat 628 kepala keluarga, dan Kota Lintang juga mengalami dampak cukup parah. Di tengah jumlah warga yang besar itu, bantuan yang diterima sejauh ini masih didominasi beras, sementara kebutuhan lain seperti telur, minyak goreng, sabun mandi, odol, kelambu, hingga alat kerja seperti cangkul dan sekop dinilai belum mencukupi.

Seketaris Desa Sriwijaya, Rio mengatakan, pihaknya membutuhkan WC figer glass, karena terdapat kamar mandi rumah penduduk mengalami kerusakan. “ kita butuh wc figer glass, untuk kita tempatkan di lorong-lorong rumah. Begitu juga pasokan air bersih, karena pasokan air dari PDAM dalam satu hari hanya 1 hingga 2 jam. Selain itu, air PDAM juga masih keruh. ”

Dia menyebutkan, keterbatasan alat berat dan sarana pendukung menjadi kendala utama pembersihan pascabanjir. Lorong-lorong sempit di permukiman padat membutuhkan alat berat berukuran kecil, bukan alat konvensional yang hanya bisa beroperasi di jalan utama.

Memasuki tanggap darurat keempat, warga berharap penanganan pascabencana tidak berhenti pada distribusi logistik awal. Mereka mendesak percepatan pembersihan lingkungan, penyediaan MCK portable berbahan fiber glass, tambahan pasokan air bersih, serta kejelasan bantuan lanjutan bagi rumah yang rusak ringan, sedang, maupun berat. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Terancam Dipolisikan, Diduga Beli Rumah Dengan Dana Organisasi

22 Februari 2026 - 01:51 WIB

Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh

15 Februari 2026 - 10:13 WIB

Anggota PWI Aceh Utara Layangkan Protes, Minta Abdul Halim Didiskualifikasi dari Konferensi

8 Februari 2026 - 08:51 WIB

Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan

5 Februari 2026 - 21:40 WIB

Sayuti Achmad Terpilih Aklamasi, Lanjutkan Kepemimpinan PWI Lhokseumawe Periode Berikutnya

4 Februari 2026 - 12:25 WIB

Trending di Headline