Menu

Mode Gelap
Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Masjid Punteut Kalahkan Seneubok 2–0 di Turnamen Bola Kaki HUT RI ke-80 Forkopimcam Blang Mangat Cup 2025 Hendry Ch Bangun Daftar Calon Ketua Umum PWI, Ajak Semua Anggota Bersatu Majukan PWI

News

Kemendagri Dorong UMKM dan Pertashop Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

badge-check


					Kemendagri Dorong UMKM dan Pertashop Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Perbesar

Bandung, harianpaparazzi.com – Kementerian Dalam Negeri menegaskan komitmennya dalam memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendorong akselerasi program Pertashop sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah dan ketahanan energi nasional.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Restuardy Daud, yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri dalam Musyawarah Nasional I SPRINDO Migas 2025 di Bandung, Selasa (19/8) lalu.

Pada forum yang mengusung tema “UMKM Tangguh, Kontribusi Nyata untuk Kemandirian Bangsa yang Berkelanjutan” tersebut, Restuardy menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi 61 persen terhadap PDB atau setara Rp9.580 triliun, serta menyerap 117 juta tenaga kerja.

“Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan akses pembiayaan dan layanan keuangan formal. Oleh karena itu, Kemendagri mendorong sinergi pemerintah daerah dengan sektor jasa keuangan, OJK, serta lembaga terkait untuk memperluas dukungan finansial dan meningkatkan inklusi keuangan,” terang Restuardy, dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (21/8/2025).

Selain isu UMKM, forum ini juga menyoroti perkembangan Pertashop yang sejak 2021 tumbuh pesat hingga mencapai 6.600 outlet pada awal 2024.

“Kehadiran Pertashop bukan hanya memastikan pemerataan akses energi hingga pelosok desa, tetapi juga berpotensi menjadi sentra ekonomi lokal dengan memperluas layanan ke produk lain seperti LPG, pelumas, dan minimarket. Restuardy menegaskan, percepatan perizinan usaha Pertashop terus menjadi perhatian, meski masih ada kendala di daerah,” imbuh Restuardy.

Isu lain yang turut mengemuka adalah perlunya penyesuaian formula margin Pertamax agar pengusaha Pertashop tetap terdorong menjual dalam jumlah optimal.

Di samping itu, permasalahan kredit macet yang dihadapi pelaku usaha di sektor ini akan difasilitasi melalui koordinasi lintas kementerian dan DPR RI, sementara peningkatan armada distribusi Pertamina dinilai mendesak untuk menjamin ketersediaan pasokan ke pelosok daerah.

Restuardy Daud menegaskan bahwa penguatan UMKM di bidang energi dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. “Forum Munas SPRINDO Migas diharapkan tidak hanya memperkuat kolaborasi multipihak, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemerataan energi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Fasilitas Olahraga, Danlanud Husein Sastranegara Resmikan Renovasi Lapangan Beceu Ishaq

29 Agustus 2025 - 13:56 WIB

Edward Aritonang Pimpin Abujapi Jaya 2025–2030, Tegaskan Perjuangan untuk Kesejahteraan Petugas Keamanan

29 Agustus 2025 - 09:01 WIB

Kemendagri Minta Buol Percepat Penyediaan Rumah Layak Huni untuk MBR

28 Agustus 2025 - 13:58 WIB

Kapolda Metro Jaya Ingatkan Personel Humanis Kawal Demo Buruh di DPR

28 Agustus 2025 - 10:03 WIB

Danlanud Husein Sastranegara Resmikan Saung Commando, Perkuat Komunikasi dan Kebersamaan Personel

27 Agustus 2025 - 16:45 WIB

Trending di News