Menu

Mode Gelap
Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat! Di Balik Lumpur dan Doa Keluarga: Perjalanan Menggetarkan Seorang Wartawan Bener Meriah

Aceh

Hujan Sejam, Lhokseumawe Lumpuh: Jalan Banda Aceh–Medan Tergenang Sampai Lutut

badge-check


					Hujan Sejam, Lhokseumawe Lumpuh: Jalan Banda Aceh–Medan Tergenang Sampai Lutut Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Lhokseumawe pada Minggu sore, 7 September 2025, kembali membuka aib klasik infrastruktur kota. Ruas jalan Banda Aceh–Medan, dari depan Kampus Politeknik hingga depan Rumah Sakit Cut Mutia, tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Akibatnya, lalu lintas lumpuh total. Kemacetan mengular panjang sampai ke Simpang Alue Awe hingga Kedai Puntuet. Ratusan pengendara terjebak, sebagian motor mogok, sementara mobil merayap tanpa kepastian.

Fenomena ini bukan baru pertama kali. Setiap hujan deras, jalan nasional yang seharusnya jadi wajah kota justru berubah menjadi kolam raksasa. Warga sudah muak, karena penyebabnya tetap sama: drainase yang tersumbat dan tidak pernah disentuh perawatan serius.

“Drainase itu sudah lama mati suri. Kalau pemerintah peduli, pasti sudah dibersihkan. Tapi kenyataannya, kita dibiarkan terjebak banjir setiap kali hujan,” keluh seorang warga yang kecewa.

Masyarakat pun menuding dinas terkait hanya bisa duduk manis di kantor ber-AC, sementara rakyat dipaksa beradaptasi dengan genangan di jalan utama. Pertanyaannya, sampai kapan pemerintah daerah menutup mata dan membiarkan masalah klise ini terus berulang? (Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dana Desa Gampong Meunye Peut Disorot: Dugaan Indikasi Penyimpangan Aset, Program Berubah Sepihak, hingga BLT Dipotong Oknum Geuchik

9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi

8 Januari 2026 - 19:47 WIB

Bupati Salim Fakhry Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I tahun 2026

8 Januari 2026 - 19:01 WIB

Dinilai Cari Panggung, Ketua IPMAT Banda Aceh Dikritik soal Tudingan Penanganan Bencana di Aceh Tenggara Lamban

7 Januari 2026 - 20:42 WIB

Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

7 Januari 2026 - 16:12 WIB

Trending di Aceh