Menu

Mode Gelap
Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat!

Aceh

Haji Uma Dorong Mubadala Energy Lakukan Pengolahan Gas Alam di Aceh Demi Kemakmuran Rakyat

badge-check


					Haji Uma Dorong Mubadala Energy Lakukan Pengolahan Gas Alam di Aceh Demi Kemakmuran Rakyat Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi – Perusahaan energy asal Uni Emirat Arab (UAE) Mubadala Energy diharapkan segera melaksanakan operasi dan melakukan eksplorasi terhadap proyek gas alam di wilayah kerja South Andaman yang berlokasi sekitar 100 kilometer lepas pantai Sumatera bagian utara.

Hal itu disampaikan Anggota DPD RI Dapil Aceh, H. Sudirman Haji Uma, S.Sos, Rabu (16/4/2025).

Menurut Haji Uma, beberapa hari yang lalu dirinya bertemu dan berdiskusi dengan Prof Dr Herman Fitra, Asean Eng, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) terkait rencana investasi eksplorasi gas alam oleh Mubadala Energy di South Andaman.

Hasil diskusi tersebut salah satunya yaitu tingginya harapan masyarakat Aceh yang disampaikan Prof Herman, agar Mubadala Energy dapat segera beroperasi sehingga hal itu dapat memberi multi efek terhadap kemajuan perekonomian Aceh. Apalagi Aceh saat ini dalam kondisi yang cukup aman dan kondusif untuk investasi.

Sebagai informasi, Mubadala Energy telah melakukan kegiatan eksplorasi migas di Aceh, khususnya di Wilayah Kerja (WK) South Andaman. Pada Maret 2024, perusahaan ini bersama SKK Migas berhasil memulai pengeboran sumur eksplorasi kedua, Tangkulo-1, yang berlokasi sekitar 166 kilometer timur laut Banda Aceh dan 67 kilometer utara Lhokseumawe. Harapannya, tahapan eksploitasi dapat segera dilaksanakan.

“Tentu kita berharap Mubadala Energy dapat segera melaksanakan operasional eksploitasi gas alam di Wilayah Kerja South Andaman. Hal ini juga menjadi harapan seluruh masyarakat Aceh, agar kehadiran industri ini dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan perekonomian Aceh ke depan,” ujar Haji Uma.

Haji Uma juga menjelaskan, hasil sosial mapping yang dilakukan Unimal beberapa tahun lalu sebagaimana disampaikan oleh Prof Herman, masyarakat di daerah pesisir yang berdekatan dengan blok andaman sangat mendukung. Namun catatannya, agar trauma masa lalu dengan Arun LNG yang tidak memberi manfaat signifikan terhadap masyarakat tidak berulang.

Selain itu, senator yang telah menjabat tiga periode ini juga berharap agar terkait investasi sektor migas termasuk di Blok Andaman yang di operasikan Mubadala Energy selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Aceh tidak hanya menjadi penonton tanpa dampak sama sekali terhadap kehidupan sosial ekonomi serta kemakmuran masyarakat Aceh.

“Selaku anggota DPD RI dapil Aceh, saya menerima banyak aspirasi dari masyarakat dan kepala daerah terkait investasi migas terutama Mubadala Energy agar jangan sampai Aceh hanya menjadi penonton tanpa menerima dampak sama sekali terhadap sosial ekonomi dan kemakmuran masyarakat”, tegas Haji Uma.

Haji Uma menambahkan bahwa berdasar pertimbangan atas hal tersebut, dirinya berdiskusi dengan Rektor Unimal terkait berbagai aspek dalam konteks Mubadala Energy dan investasi migas di Aceh.

Diakhir penyampaiannya, Haji Uma turut menyoroti pentingnya memperjuangkan agar pengolahan gas tidak dilakukan di tengah laut, yang berpotensi mereduksi kendali daerah terhadap sumber daya tersebut.

“Kalau pengolahannya di laut dan langsung dikapalkan, maka ini tidak bisa kita kontrol, dan akan kembali mendegradasi hak-hak daerah. Maka dari itu, kita akan dorong pemerintah agar proses pengolahan (destilasi) dilakukan di Aceh. Apalagi Lhokseumawe misalnya telah memiliki berbagai infrastruktur dari Arun dulu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siltap Aparatur Desa di Aceh Tenggara 4 Bulan Belum Dibayar, Ini Kata Kaban Pengelolaan Keuangan Daerah

12 Januari 2026 - 20:26 WIB

Sebulan Bertahan di Balai Desa, Pengungsi Banjir Baktiya Menanti Hunian Sementara

12 Januari 2026 - 16:19 WIB

Brimob Aceh dan Brimob Banten Gotong Royong Bersihkan Mesjid Di Aceh Utara

10 Januari 2026 - 16:15 WIB

Didampingi Pengacara, Warga Blang Panyang Laporkan Dugaan Perusakan Kebun Libatkan PJ Geuchik

10 Januari 2026 - 16:14 WIB

Proyek Jalan PT Krung Meuh Putuskan Listrik Warga, Kodim dan Danramil Diminta Klarifikasi

10 Januari 2026 - 12:09 WIB

Trending di Aceh