Menu

Mode Gelap
Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat

Aceh

“Fortis Fortuna Adiuvat”: Forbina Ledakkan Kritik – Dirut PEMA Tak Paham Bisnis, Gagal Pahami MoU Helsinki!

badge-check


					“Fortis Fortuna Adiuvat”: Forbina Ledakkan Kritik – Dirut PEMA Tak Paham Bisnis, Gagal Pahami MoU Helsinki! Perbesar

Aceh, Harianpaparazzi – Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina) kembali melontarkan kritik keras, bahkan kali ini nyaris tak menyisakan ruang kompromi. Sasaran utama: Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur. Dalam pandangan Forbina, Mawardi bukan hanya gagal menjalankan peran strategis PEMA, tapi juga dinilai tak paham dasar-dasar dunia bisnis dan semangat pembangunan ekonomi Aceh.

“Ngaku penggerak ekonomi, tapi RUPS digelar di Medan, bukan di Aceh. Keputusan absurd dan mencederai semangat otonomi,” serang Muhammad Nur, SH, Direktur Forbina.

Bukan hanya soal lokasi RUPS, Forbina juga menyoroti sikap Mawardi yang menolak dana Otsus tanpa menyodorkan satu pun strategi bisnis yang masuk akal. “Kalau menolak Otsus, mestinya sudah punya sistem bisnis mandiri. Ini tidak. Visi kosong, rencana nihil, hasil nol besar. Gagah di kata, lemah di kerja,” tegasnya.

Forbina bahkan menyebut Mawardi gagal memahami isi MoU Helsinki dan UUPA – dua dokumen vital yang menjadi fondasi keberadaan dan arah gerak BUMD di Aceh.

“Ini bukan sekadar kebijakan keliru. Ini soal ketidaktahuan fatal. PEMA bukan milik pribadi, ini milik rakyat Aceh. Kalau tak paham peran dan mandat, lebih baik mundur!”

Forbina mendesak Pemerintah Aceh dan seluruh pemegang saham untuk segera mengevaluasi kepemimpinan Mawardi Nur. “Jangan tunggu sampai kepercayaan publik benar-benar habis. Ganti pemimpin sebelum perusahaan ini karam.”( tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Selama 14 Hari

2 Februari 2026 - 14:43 WIB

Apel Gabungan ASN Aceh Utara: Negara Hadir Lewat Santunan dan Apresiasi Prestasi

2 Februari 2026 - 14:41 WIB

PWI Aceh Selatan: Waspadai Oknum Berkedok Wartawan yang Edarkan Surat Bantuan

31 Januari 2026 - 20:30 WIB

Ketika Proyek Negara Takut pada Wartawan

31 Januari 2026 - 13:50 WIB

Haikal Hanyut di Sungai Kuala Simpang, Diselamatkan Taruna Akpol Peserta Latsitardanus

31 Januari 2026 - 12:39 WIB

Trending di Aceh