Menu

Mode Gelap
Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi Fly Ash untuk Pembangunan Berkelanjutan Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh

Aceh

“Fortis Fortuna Adiuvat”: Forbina Ledakkan Kritik – Dirut PEMA Tak Paham Bisnis, Gagal Pahami MoU Helsinki!

badge-check


					“Fortis Fortuna Adiuvat”: Forbina Ledakkan Kritik – Dirut PEMA Tak Paham Bisnis, Gagal Pahami MoU Helsinki! Perbesar

Aceh, Harianpaparazzi – Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina) kembali melontarkan kritik keras, bahkan kali ini nyaris tak menyisakan ruang kompromi. Sasaran utama: Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur. Dalam pandangan Forbina, Mawardi bukan hanya gagal menjalankan peran strategis PEMA, tapi juga dinilai tak paham dasar-dasar dunia bisnis dan semangat pembangunan ekonomi Aceh.

“Ngaku penggerak ekonomi, tapi RUPS digelar di Medan, bukan di Aceh. Keputusan absurd dan mencederai semangat otonomi,” serang Muhammad Nur, SH, Direktur Forbina.

Bukan hanya soal lokasi RUPS, Forbina juga menyoroti sikap Mawardi yang menolak dana Otsus tanpa menyodorkan satu pun strategi bisnis yang masuk akal. “Kalau menolak Otsus, mestinya sudah punya sistem bisnis mandiri. Ini tidak. Visi kosong, rencana nihil, hasil nol besar. Gagah di kata, lemah di kerja,” tegasnya.

Forbina bahkan menyebut Mawardi gagal memahami isi MoU Helsinki dan UUPA – dua dokumen vital yang menjadi fondasi keberadaan dan arah gerak BUMD di Aceh.

“Ini bukan sekadar kebijakan keliru. Ini soal ketidaktahuan fatal. PEMA bukan milik pribadi, ini milik rakyat Aceh. Kalau tak paham peran dan mandat, lebih baik mundur!”

Forbina mendesak Pemerintah Aceh dan seluruh pemegang saham untuk segera mengevaluasi kepemimpinan Mawardi Nur. “Jangan tunggu sampai kepercayaan publik benar-benar habis. Ganti pemimpin sebelum perusahaan ini karam.”( tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa HIMA-ATE Gelar Aksi Damai di Takengon, Soroti Kasus Kekerasan Aktivis HAM dan Isu Bencana Lokal

19 Maret 2026 - 20:17 WIB

RSUD Cut Meutia Bersama PAPDI Aceh dan ILLUNIA Gelar Bakti Sosial Ramadhan di Desa Alue Dua

15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG

13 Maret 2026 - 23:56 WIB

Di Bawah Kepemimpinan dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, RSUD Cut Meutia Catat Berbagai Kemajuan Pelayanan Kesehatan

13 Maret 2026 - 19:22 WIB

Dugaan Pembalakan Liar di Hutan Lindung Langkahan, ±200 Hektare Hutan Diduga Digunduli

12 Maret 2026 - 18:39 WIB

Trending di Aceh