Menu

Mode Gelap
Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

Nasional

Dinilai Tak Becus Urus Subang, Pj Bupati Imran Diusir

badge-check


					Pj. Bupati Subang Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd saat dilantik oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin Desember tahun lalu. Perbesar

Pj. Bupati Subang Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd saat dilantik oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin Desember tahun lalu.

Subang, harianpaparazzi.comGabungan massa LSM AKSI, Satria Banten, dan Jampang Pantura menggeruduk Kantor Bupati Subang, Rabu, 22 Mei 2024. Mereka meminta Pj Bupati Subang, Imran yang juga mantan Wali Kota Lhokseumawe, agar meninggalkan Subang.

Aksi unjuk rasa dikawal ketat aparat kepolisian dan Satpol PP tersebut, massa minta Imran untuk mundur dan pergi dari Subang, karena dinilai tak becus kerja dan banyak menghambur-hamburkan anggaran.

Koordinator aksi, Warlan mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja Imran selama bertugas di Kabupaten Subang.

Pendemo minta Imran dan istrinya segera pergi dari Subang. Bahkan massa menyiapkan tiket pesawat untuk Imran dan istrinya pulang ke Aceh.

Dalam tiket pesawat Garuda Indonesia itu tertulis nama Imran dan istri untuk penerbangan 25 Mei 2024 pukul 08.25 WIB dengan jurusan Medan.

“Kami sudah siapkan tiket pesawat untuk pulang,” ucap Warlan, Ketua LSM Aksi sekaligus Ketua SPSI Subang sebagaimana dilansir TribunJabar.id.

Warlan juga menyoroti sejumlah persoalan yang saat ini terjadi akibat kebijakan yang terlalu dipaksakan oleh Imran.

“Kami meminta klarifikasi terkait akan dibangunnya proyek mal di bekas pasar Pujasera dan anggaran perjalanan puluhan pejabat ke Solo, Jawa Tengah, dalam rangka Hari Jadi Dekranasda. Dari mana anggarannya, dari kepala OPD sampai camat, sedangkan komunitas budayawan tidak tak dilibatkan,” tanyanya.

“Ini tentu membutuhkan anggaran tidak sedikit, dari mana sumbernya, CSR atau sumber lain? Karena penggunaan anggaran negara harus sepengetahuan DPRD karena harus masuk DPA ini kan tidak ada,” lanjut Warlan.

Keinginan massa bertemu Imran pun gagal. Yang menemui pendemo adalah Kepala Kesbangpol Subang, Rona Mairansyah.

Namun kehadiran Rona dianggap tak memberikan penjelasan yang memuaskan. Massa pun akhirnya membubarkan diri.

“Minggu depan kita akan melakukan aksi demo kembali dengan jumlah massa yang lebih besar agar Pj Bupati Subang segera angkat kaki dari Subang,” demikian pernyataan massa aksi.

Diketahui, Imran dilantik sebagai Penjabat Bupati Subang oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, Selasa 19 Desember 2023. (54YU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ini Cara Negara Membersihkan Pusat Pemerintahan Aceh Tamiang Pascabanjir

27 Januari 2026 - 22:05 WIB

Alih-alih Menangkap Ikan, Nelayan di Batu Bara Ditangkap Polisi karena Sabu

27 Januari 2026 - 18:29 WIB

Anggota DPR RI T.A. Khalid Bantah Jual Tanah Negara

17 Januari 2026 - 17:47 WIB

Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga

14 Januari 2026 - 23:36 WIB

Oknum Anggota DPR RI Asal Aceh TA Khalid Diduga Tipu Warga

14 Januari 2026 - 20:24 WIB

Trending di Aceh