Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

Bongkar Indikasi Korupsi di KIP Aceh Utara, Pakar Hukum Desak Aparat Bergerak

badge-check


					Bongkar Indikasi Korupsi di KIP Aceh Utara, Pakar Hukum Desak Aparat Bergerak Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi – Dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Dr. Muhammad Nur, S.H., M.H., mendesak aparat penegak hukum segera membuka dan memproses dugaan korupsi senilai Rp4,6 miliar dalam pengadaan barang dan jasa di Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara.

“Proses pengadaan barang dan jasa tanpa Kerangka Acuan Kerja (KAK), Harga Perkiraan Sendiri (HPS), serta survei harga bukan sekadar kelalaian administrasi, tetapi mengandung unsur tindak pidana korupsi,” tegasnya, Rabu (05/02), kepada wartawan.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kejanggalan serius dalam pengelolaan anggaran Pemilu 2024 di KIP Aceh Utara. Dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dirilis pada 9 Desember 2024, terungkap bahwa 15 paket pengadaan senilai Rp4,69 miliar dilakukan tanpa dokumen perencanaan yang memadai.

Sekretaris KIP Aceh Utara, yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), diduga memiliki kewenangan penuh dalam proses pengadaan. Namun, dalam pemeriksaan BPK, ia mengaku tidak menyusun dokumen perencanaan dan hanya menandatangani kontrak tanpa mengetahui keabsahan dokumen pendukung.

Pengadaan barang dilakukan dengan metode serampangan. HPS tidak didokumentasikan secara resmi, survei harga tidak dilakukan, dan pemilihan penyedia dilakukan berdasarkan kedekatan, bukan melalui prosedur kompetitif. Dalam pengadaan melalui e-katalog, penyedia dipilih berdasarkan harga terendah tanpa dokumentasi pembanding.

“Ketidaktaatan pejabat pengadaan terhadap aturan yang berlaku sudah cukup menjadi alat bukti bagi aparat hukum untuk mengusut kasus ini,” tambah Dr. Muhammad Nur.

BPK dalam rekomendasinya meminta Ketua KIP Aceh Utara menegaskan Sekretaris KIP agar menjalankan proses pengadaan sesuai prosedur. Jika tidak, kebocoran anggaran Pemilu 2024 semakin nyata.

Sementara itu, Sekretaris KIP Aceh Utara, Mursal Ridha, SE., MM., mengakui adanya temuan LHP BPK. Ia berjanji memperbaiki administrasi pengadaan barang dan mengembalikan kelebihan bayar ke kas negara. Namun, saat dimintai keterangan lebih lanjut, ia tampak enggan memberikan penjelasan detail dan berharap media tidak memperbesar persoalan ini.

“Kami akan memperbaiki semuanya. Saya harap media tidak menggiring opini yang berlebihan,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Publik kini menunggu langkah nyata aparat hukum untuk mengusut dugaan penyimpangan ini. Akankah kasus ini berakhir dengan perbaikan administratif semata, atau ada konsekuensi hukum bagi pihak yang terlibat? Waktu yang akan menjawab.

Sementara Seketaris KIP Aceh Utara Mursal ketika dijumpai awak media di kamtornya sedang tidak berada di tempat dan saat hubungi melalui selulernya tidak bersdia memberikan keterangan. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Puluhan Ribu Hektare Hutan Aceh Digunduli, Izin Legal Jadi Tameng?

19 Februari 2026 - 12:43 WIB

Kritik Keras Warga, Pemerintah Dinilai Lemah Tindak Penambangan Liar di Geureudong Pase

18 Februari 2026 - 22:56 WIB

PT Pembangunan Lhokseumawe Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan 2025

18 Februari 2026 - 18:10 WIB

Harga Daging Meugang di Punteut Turun Dibanding Tahun Lalu, Warga Tetap Serbu Pasar Jelang Ramadhan

18 Februari 2026 - 12:45 WIB

Satpol PP dan WH Agara Razia Kedai Tuak, Empat Orang Perempuan Diamankan 

18 Februari 2026 - 09:00 WIB

Trending di Aceh