Menu

Mode Gelap
Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat! Di Balik Lumpur dan Doa Keluarga: Perjalanan Menggetarkan Seorang Wartawan Bener Meriah

Aceh

Beat Plastic Pollution: PT PIM Gerakkan Ribuan Warga Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon

badge-check


					Karyawan PT PIM bersama masyarakat dan tokoh desa menanam bibit pohon kelapa di sepanjang Pantai Bangka Jaya sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan pesisir, Selasa (17/6/2025). Perbesar

Karyawan PT PIM bersama masyarakat dan tokoh desa menanam bibit pohon kelapa di sepanjang Pantai Bangka Jaya sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan pesisir, Selasa (17/6/2025).

Aceh Utara, Harianpaparazzi.com — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar aksi “Coastal Clean Up” bertajuk Beat Plastic Pollution di pesisir Pantai Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Selasa (17/6/2025). Kegiatan ini menjadi bukti komitmen nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang semakin rentan terhadap ancaman sampah plastik.

Aksi bersih pantai ini menggandeng berbagai elemen masyarakat dan lembaga, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh Utara, Geuchik Gampong Bluka Teubai dan Bangka Jaya, Universitas Malikussaleh, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tujuh sekolah Adiwiyata (SMA Negeri 1 Dewantara, SMAS PIM, SMPS PIM, SD Negeri 3 Muara Batu, SMA Negeri 1 Muara Batu, SMA Negeri 1 Lhoksukon, SMA Negeri 1 Nisam, SMA Negeri 1 Samudra, dan SMA Negeri 1 Seunuddon), enam komunitas peduli lingkungan (Turun Tangan, Berbagia, LPLH, Yayasan JINOE, WACANA), serta Agam Inong Aceh Utara dan masyarakat sekitar.

Senior Vice President Teknologi & K3LH PT PIM, Muhammad Ali dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan aksi kolaboratif dalam upaya menjaga ekosistem laut. Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Yusman Arullah (SVP SDM), Fakhrul Aman (Pgs. SVP Rantai Pasok & Umum), Usman (VP K3LH), serta sejumlah karyawan PT PIM.

SV Teknologi & K3LH PT PIM, Muhammad Ali, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah ajakan kepada seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyadari pentingnya menjaga lingkungan. Melalui kegiatan ini, PT PIM tidak hanya menunjukkan kepedulian, tetapi juga ingin menjadi agen perubahan yang mendorong budaya ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa menjaga kebersihan pantai bukan hanya soal estetika, melainkan bentuk tanggung jawab kolektif terhadap bumi. Aksi ini sekaligus menjadi kontribusi PT PIM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya poin ke-14 tentang pelestarian ekosistem laut.

Aksi bersih pantai dilakukan secara gotong royong oleh pelajar, masyarakat, tokoh pemuda, relawan, dan karyawan PT PIM dengan memungut sampah plastik serta limbah lainnya yang mencemari pantai. Dalam kegiatan ini, berhasil dikumpulkan sebanyak 512 kg sampah, dengan rincian Sampah organik: 317,2 kg (62%), Sampah anorganik: 75,1 kg (15%), Residu: 119,7 kg (23%) dengan total karung terpakai: 111 karung.

Tak hanya aksi bersih-bersih, kegiatan juga disemarakkan dengan penanaman 100 bibit pohon kelapa di sepanjang Pantai Bangka Jaya, sebagai simbol komitmen pelestarian jangka panjang terhadap lingkungan pesisir.

Perwakilan DLHK Aceh Utara, Kemalahayati, ST., MT., yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa tahun 2025 adalah momentum penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya plastik.

“Kegiatan ini sangat positif dan diharapkan tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi menjadi awal dari upaya berkelanjutan menjaga lingkungan. Pantai yang bersih dan sehat bukan hanya penting bagi ekosistem, tetapi juga bisa menjadi potensi ekonomi dalam pengembangan wisata,” jelasnya.

Sementara itu, Geuchik Gampong Bangka Jaya, Agusri, menyampaikan apresiasi kepada PT PIM atas kepeduliannya terhadap lingkungan. Ia menyebutkan bahwa pihaknya juga ikut menanam pohon kelapa sebagai bentuk edukasi dan simbol perawatan jangka panjang terhadap pantai.

“Memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai bukan hal yang mudah. Karena itu, kami tanam pohon kelapa sebagai bentuk nyata dan berkelanjutan dalam menjaga alam,” tuturnya.

Sebagai lanjutan kegiatan, pada Rabu (18/6/2025), PT PIM akan kembali menggelar aksi tanam pohon di kawasan wisata sejarah Museum Samudra Pasai, Geudong, Aceh Utara, dengan menanam 50 bibit pohon cemara laut dan 50 bibit pohon kelapa. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif konservasi lingkungan sekaligus memperindah kawasan wisata sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dana Desa Gampong Meunye Peut Disorot: Dugaan Indikasi Penyimpangan Aset, Program Berubah Sepihak, hingga BLT Dipotong Oknum Geuchik

9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi

8 Januari 2026 - 19:47 WIB

Bupati Salim Fakhry Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I tahun 2026

8 Januari 2026 - 19:01 WIB

Dinilai Cari Panggung, Ketua IPMAT Banda Aceh Dikritik soal Tudingan Penanganan Bencana di Aceh Tenggara Lamban

7 Januari 2026 - 20:42 WIB

Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

7 Januari 2026 - 16:12 WIB

Trending di Aceh