Menu

Mode Gelap
Akhmad Munir Terpilih Jadi Ketum PWI Pusat 2025-2030, Akhiri Dualisme Organisasi Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Masjid Punteut Kalahkan Seneubok 2–0 di Turnamen Bola Kaki HUT RI ke-80 Forkopimcam Blang Mangat Cup 2025

Aceh

Pesawat Charter PT PGE Resmi Mengudara: Dukung Mobilitas Industri Migas Aceh

badge-check


					Pesawat Charter PT PGE Resmi Mengudara: Dukung Mobilitas Industri Migas Aceh Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – PT Pema Global Energy (PGE) resmi mengoperasikan pesawat berbadan kecil jenis DHC-6 Twin Otter dengan registrasi PK-ICI Pegasus Air Services. Peresmian pesawat tersebut berlangsung di Lapangan Terbang Landeng, Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (26/6/2025), disaksikan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

General Manager PT PGE, Resha Ramadian, dalam sambutannya mengatakan, pengadaan pesawat ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional migas di wilayah Aceh. Ia menjelaskan, kebutuhan moda transportasi cepat dan efektif mulai dirancang sejak 2021, saat PGE mulai menggencarkan eksplorasi ladang gas baru melalui survei seismik.

“Sejak awal kami berdiskusi intensif dengan BPMA. Solusi transportasi ini hadir untuk mempercepat mobilitas personel antara Banda Aceh dan Lhoksukon, terutama dalam mendukung aktivitas di wilayah kerja kami,” ujar Resha.

Pengoperasian pesawat charter tersebut telah dimulai sejak Mei 2025. Resha menambahkan, momentum ini sekaligus menjadi awal kerjasama yang lebih luas dengan berbagai perusahaan migas lainnya yang beroperasi di Aceh. Ia berharap, investasi di sektor energi semakin optimal dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pesawat DHC-6 Twin Otter yang dioperasikan oleh Pegasus Air Services ini memiliki kapasitas sekitar 19 penumpang. Jenis pesawat ini memang dikenal handal untuk penerbangan jarak pendek dan wilayah dengan infrastruktur bandara terbatas.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PT PGE. Ia menilai, kehadiran pesawat tersebut menjadi simbol kemandirian dalam pengelolaan sumber daya alam Aceh.

“Kalau saya katakan, keberadaan pesawat ini akan mendatangkan keuntungan, bukan hanya bagi PGE tapi juga bagi masyarakat luas, termasuk untuk kelancaran operasional Medco, Pase Triangle, dan perusahaan migas lainnya yang ada di Aceh,” ungkap Muzakir.

Pengoperasian bandara Landeng milik PT PGE sendiri juga tak lepas dari proses panjang koordinasi lintas instansi, mulai dari Dirjen Perhubungan Udara, Pemerintah Provinsi Aceh, hingga Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Meski berbentuk bandara khusus untuk mendukung operasional industri migas, PT PGE membuka peluang kerjasama dengan perusahaan lain yang membutuhkan layanan penerbangan di rute serupa.

Hingga saat ini, pesawat charter PK-ICI menjadi satu-satunya moda penerbangan rutin dari Banda Aceh ke Lhoksukon untuk kebutuhan internal industri migas Aceh. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasional Pabrik NPK PT PIM Kembali Normal

31 Agustus 2025 - 07:28 WIB

Sambut HUT ke-80 Kejaksaan RI, Kejari Agara Gelar Pemasangan KB Gratis dan Donor Darah

30 Agustus 2025 - 05:34 WIB

Aceh Jadi Tuan Rumah Peringatan HAM 2025, Sementara Luka Lama Belum Tuntas

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara

28 Agustus 2025 - 22:45 WIB

PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman

27 Agustus 2025 - 23:11 WIB

Trending di Aceh