Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

Puluhan Korban Penipuan Toko Emas di Langsa Desak Polisi Tuntaskan Kasus yang Sudah 3 Tahun Terbengkalai

badge-check


Puluhan Korban Penipuan Toko Emas di Langsa Desak Polisi Tuntaskan Kasus yang Sudah 3 Tahun Terbengkalai Perbesar

Langsa, Harianpaparazzi — Puluhan warga yang menjadi korban dugaan penipuan oleh pemilik toko emas di Kota Langsa mendatangi Mapolres Langsa pada hari ini untuk menuntut kejelasan hukum atas laporan mereka yang telah mandek sejak tahun 2022. Dalam aksi damai tersebut, para korban menyuarakan keluh kesah serta kerugian yang mereka alami, dengan harapan agar aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas.

Kasus ini diduga melibatkan seorang oknum pengusaha toko emas yang menjanjikan investasi dan pembuatan emas, namun tidak menepati kesepakatan. Nilai kerugian yang diderita para korban bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga lebih dari satu miliar rupiah. Para korban berasal dari berbagai kalangan, termasuk pegawai swasta, PNS, bahkan anggota TNI dan Polri.

“Sudah tiga tahun kami menunggu keadilan, tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan. Kami sudah melapor sejak 2022, tapi kasus ini tidak ada kemajuan,” ungkap salah satu korban, Pak Madi, yang juga menjadi koordinator para korban.

Korban lainnya, Pak Khairul, menyatakan kerugiannya mencapai Rp450 juta, sementara korban lain mengaku kehilangan emas seberat 367 gram dan 49 mayam. Bahkan, ada yang mengalami kerugian hingga Rp793 juta.

Sebagian korban juga menyampaikan bahwa mereka telah berupaya mencari pelaku hingga ke Medan dan daerah lain di luar Aceh, namun belum berhasil. Pelaku diduga sudah melarikan diri ke luar daerah, bahkan berpindah-pindah antara Sumatera dan Jawa.

Dalam pertemuan dengan jajaran Reskrim Polres Langsa, para korban disambut oleh Kanit dan KBO. Pihak kepolisian berjanji akan membuka kembali dan menindaklanjuti kasus tersebut. Namun, para korban menyatakan bahwa mereka juga siap membawa kasus ini ke Polda Aceh atau bahkan Mabes Polri jika tak ada progres nyata.

“Kalau di Polres tidak ada itikad untuk menyelesaikan, kami akan naikkan ke Polda, bahkan Mabes. Kami ingin keadilan. Kami butuh kepastian hukum,” ujar seorang korban perempuan dengan suara bergetar.

Para korban berharap aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Langsa yang baru, serta Kapolda Aceh dan Mabes Polri, memberi atensi serius terhadap kasus ini yang telah merugikan banyak pihak, termasuk korban dari luar negeri seperti Malaysia.

“Kami hanya ingin hak kami kembali. Ini bukan masalah kecil. Ratusan orang jadi korban, tapi tidak ada kejelasan hukum. Kami mohon ini segera ditindaklanjuti,” pungkas salah satu korban.(Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Danpas 1 Brimob Pelopor Dampingi Bupati Aceh Tamiang Lepas Taruna Latsitardanus ke-46 Tahun 2026

2 Maret 2026 - 00:21 WIB

Wamen PAN-RB Datangi Aceh Tamiang, Menyasar PNS, P3K dan CPNS

24 Februari 2026 - 18:50 WIB

Rapim Polda Aceh 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden dan Kapolri

24 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gunakan Surat Palsu Berkop DPRA, Sindikat Penipuan Proyek Rumah Duafa Rugikan Kontraktor Lebih dari Rp200 Juta —Yahdi Hasan Bantah Terlibat

24 Februari 2026 - 11:49 WIB

Bupati dan Plt Sekda Aceh Utara Bersilaturahmi dengan Kasubdit Tipikor Polda Aceh

23 Februari 2026 - 13:55 WIB

Trending di Aceh