Menu

Mode Gelap
Siswa Aceh Tengah Masih Dihantui Longsor, Dua Sekolah Direlokasi Pascabencana DLH Tinjau SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Berfungsi Optimal Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit Oknum Pendeta Ditahan Polres Taput Diduga Pelaku Pedofilia Restrukturisasi Pengurus PWI Batu Bara, Perkuat Fondasi Organisasi untuk Tingkatkan Kualitas Pers

Aceh

“Fortis Fortuna Adiuvat”: Forbina Ledakkan Kritik – Dirut PEMA Tak Paham Bisnis, Gagal Pahami MoU Helsinki!

badge-check


					“Fortis Fortuna Adiuvat”: Forbina Ledakkan Kritik – Dirut PEMA Tak Paham Bisnis, Gagal Pahami MoU Helsinki! Perbesar

Aceh, Harianpaparazzi – Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina) kembali melontarkan kritik keras, bahkan kali ini nyaris tak menyisakan ruang kompromi. Sasaran utama: Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur. Dalam pandangan Forbina, Mawardi bukan hanya gagal menjalankan peran strategis PEMA, tapi juga dinilai tak paham dasar-dasar dunia bisnis dan semangat pembangunan ekonomi Aceh.

“Ngaku penggerak ekonomi, tapi RUPS digelar di Medan, bukan di Aceh. Keputusan absurd dan mencederai semangat otonomi,” serang Muhammad Nur, SH, Direktur Forbina.

Bukan hanya soal lokasi RUPS, Forbina juga menyoroti sikap Mawardi yang menolak dana Otsus tanpa menyodorkan satu pun strategi bisnis yang masuk akal. “Kalau menolak Otsus, mestinya sudah punya sistem bisnis mandiri. Ini tidak. Visi kosong, rencana nihil, hasil nol besar. Gagah di kata, lemah di kerja,” tegasnya.

Forbina bahkan menyebut Mawardi gagal memahami isi MoU Helsinki dan UUPA – dua dokumen vital yang menjadi fondasi keberadaan dan arah gerak BUMD di Aceh.

“Ini bukan sekadar kebijakan keliru. Ini soal ketidaktahuan fatal. PEMA bukan milik pribadi, ini milik rakyat Aceh. Kalau tak paham peran dan mandat, lebih baik mundur!”

Forbina mendesak Pemerintah Aceh dan seluruh pemegang saham untuk segera mengevaluasi kepemimpinan Mawardi Nur. “Jangan tunggu sampai kepercayaan publik benar-benar habis. Ganti pemimpin sebelum perusahaan ini karam.”( tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Camat Idi Rayeuk Belum Beri Klarifikasi Terkait Dugaan Pengumpulan Dana Peringatan 1 Muharram

23 Juni 2026 - 08:37 WIB

Kabar Pemutusan Kontrak KSO Sudah Beredar, Mengapa Surat Resmi Masih Belum Terbit?

20 Juni 2026 - 22:55 WIB

Bantuan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir Rp1 Triliun Mulai Disalurkan, 99 Ribu Jiwa Terima Jadup

19 Juni 2026 - 19:16 WIB

Dukung Pelestarian Ekosistem, PHE NSO Tanam Ratusan Mangrove dan Tebar 700 Bibit Kepiting

18 Juni 2026 - 14:58 WIB

Siswa Aceh Tengah Masih Dihantui Longsor, Dua Sekolah Direlokasi Pascabencana

17 Juni 2026 - 14:43 WIB

Trending di Aceh