Lhoksukon, Harianpaparazzi.com — Ratusan hektare lahan persawahan di jalur irigasi Krueng Pase, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, terancam terendam banjir setelah tanggul irigasi di Desa Tanjung jebol akibat luapan air sungai.
Untuk mengantisipasi masuknya air ke areal persawahan, sejumlah geuchik bersama warga melakukan penanganan darurat dengan menyusun karung berisi tanah dan pasir sepanjang sekitar 30 meter. Mereka juga sepakat menyewa alat berat jenis beko untuk memperkuat tanggul sementara.
Geuchik Tanjong Krueng Pase, Abu Bakar, Senin (26/10), mengatakan lahan pertanian yang terancam berada di sejumlah gampong dalam Kemukiman Krueng Pase, meliputi Gampong Mesjid, Keude Teupin Punti, Keutapang, Tanjong Krueng Pase, Tanjong Ara, Teupin Jok, dan Gampong Teungoh.
Menurut Abu Bakar, luas lahan pertanian di kawasan tersebut mencapai lebih dari 300 hektare. Ia mengkhawatirkan luapan air kembali memasuki persawahan apabila hujan deras terjadi di kawasan perbukitan.
“Sudah lima tahun warga kami tidak turun ke sawah dan sekarang baru pertama kali kembali menanam. Kalau kali ini gagal panen juga, kasihan warga,” kata Abu Bakar.
Ia mengakui tanggul darurat dari karung berisi tanah dan pasir belum mampu menahan dorongan air sungai jika debit meningkat. Penanganan tersebut dilakukan sementara untuk mencegah air masuk ke areal persawahan.
Camat Syamtalira Aron, Surya Phachta, S.STP., mengatakan telah meminta para geuchik segera melakukan penanganan darurat guna mengantisipasi banjir yang dapat mengancam lahan pertanian warga.
Ia menyatakan menyetujui penggunaan dana tanggap darurat dari beberapa desa untuk menyewa alat berat. Jika biaya penanganan tanggul di Desa Tanjung melebihi Rp30 juta, ia akan memperjuangkan tambahan anggaran dari sumber yang memungkinkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Aceh Utara, M. Rizal, S.T., mengatakan penanganan permanen terhadap tanggul irigasi yang rusak di empat daerah aliran sungai, yakni Jambo Aye, Krueng Pase, Krueng Keuruto, dan Alue Ubay, sedang dalam proses tender di Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurut Rizal, kerusakan tanggul di keempat kawasan tersebut nantinya akan ditangani melalui pekerjaan permanen.
Sebelumnya, irigasi Krueng Pase mengalami kerusakan sejak 2021 dan menjalani proses perbaikan selama lima tahun. Sistem irigasi tersebut mengaliri lahan pertanian di sejumlah kecamatan di Aceh Utara serta Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.
Dengan kondisi tanggul yang saat ini ditangani secara darurat, petani masih menghadapi risiko banjir apabila debit air kembali meningkat sebelum perbaikan permanen dilaksanakan. (Firdaus)





