Tarutung, harianpaparazzi.com – Seiring perbaikan perkuatan tebing sungai Aek Haidupan dan perbaikan badan jalan ,posisi pipa induk air bersih yang kondisi melengkung akibat bencana perlu perhatian pihak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II Medan (BBWS II Medan).
Bencana banjir dan longsor tahun 2025 mengakibatkan tebing sungai Aek Haidupan dan sebagian badan jalan. amblas. Kondisi pipa induk air bersih yang tertanam dibadan jalan amblas menjadi menggantung dan melengkung seperti tercover dalam gambar.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara- Dinas Sumber Daya Air, UPTD Sibundong Batang Toru saat ini melalui mitra kerjanya telah melakukan pembangunan perkuatan tebing juga memulihkan kembali badan jalan yang amblas.
Masyarakat berharap pihak Perumda PDAM Mual Natio perlu berkoordinasi dengan pihak kontraktor ,kala melakukan penimbunan badan jalan agar posisi pipa air minum menjadi stabil atau tidak dalam posisi melengkung.
Sebab kala landasan pipa tidak kuat bukan tidak mungkin terjadi kebocoran dari penyambungan yang berpotensi terjadinya erosi membuat badan jalan terganggu , ujar warga bermarga Hutagalung yang selama mengamati kondisi pipa tersebut.
Direktur Perumda Mual Natio Tarutung, David Hutabarat mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak keberadaan pipa dimaksud yang masih gawean pihak BBWSS II Medan
“Kita tidak bermaksud melempar tanggungjawab, tetapi itu tadi belum ada secara resmi pengelolaanya atau serah terima kepada Perumda Mual Natio” ujar David Hutabarat melalui selular, Rabu (16/9/2026).
Sementara itu, pihak pekerja lapangan perbaikan perkuatan tebing sungai Aek Haidupan sepakat dan perlu koordinasi kala jadual pembentukan kembali badan jalan yang dilintasi pipa induk dimaksud.
J.Simatupang konsultan kegiatan perkuatan tebing sungai Aek Haidupan dan pemulihan kembali badan jalan, pun sepakat langkah koordinasi dengan pihak yang bertanggungjawab terhadap kondisi pipa yang memang diakui posisinya tak lagi stabil oleh perobahan struktur tanah.
Yang harus diantisipasi adalah kedepannya setelah dilakukan penimbunan kembali badan jalan seiring Perkuatan tebing sungai , ada ruang potensi pergerakan pipa tersebut.
Terkait dari keterangan David Hutabarat Direktur Perumda Mual Natio bahwa pipa induk dimaksud belum menjadi tanggungjawab pihaknya, oleh masyarakat berharap BBWSS II Medan yang disebut membangun perpipaan perlu koordinasi dengan pihak rekanan pembangunan perkuatan tebing sungai Aek Haidupan untuk perbaikan posisi pipa.
Sementara itu terpantau, proses pembangunan perkuatan tebing sungai Aek Haidupan berjalan normal dan seperti diharapkan oleh masyarakat selesai sesuai jadwal pekerjaan termasuk pembuatan kembali badan jalan yang amblas. (Udut)






