Tarutung, Harianpaparazzi.com – Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Mujianto resmikan jembatan gantung Cinta Kasih Aek Poring di Desa Siantar Naipospos Kecamatan Adiankoting Tapanuli Utara( Taput).
Pembangunan fisik jembatan ini didukung oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan dikerjakan secara swadaya serta gotong royong oleh masyarakat Desa Siantar Naipospos bersama jajaran TNI AD dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
Kehadiran jembatan menjadi solusi strategis pascabencana hidrometeorologi yang merusak akses warga ini pada 25 November 2025.
Selain memperlancar aktivitas keseharian, mobilitas pertanian, dan akses anak-anak menuju sekolah, fungsi jembatan yang diberi nama Cinta Kasih Aek Poring kembali membuka konektivitas darat antara wilayah Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah.
Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat pada peresmian, Sabtu barusan menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kolaborasi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang bergerak cepat membantu penanganan pascabencana di Tapanuli Utara,
Apresiasi yang sama dialamatkan atas semangat kemanunggalan TNI AD dan gotong royong masyarakat hingga fisik jembatan selesai dibangun.
JTP dikesempatan itu memaparkan komitmen Pemkab Taput dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan pembenahan infrastruktur secara berkelanjutan.
Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Mujianto, mengungkapkan, pembangunan jembatan didasari oleh rasa kemanusiaan setelah melihat perjuangan anak-anak sekolah yang harus berenang menyeberangi sungai akibat rusaknya jembatan gantung darurat.
Kendati akses pengangkutan material ke lokasi cukup sulit, kerja sama erat antara yayasan, masyarakat, TNI AD, dan Pemkab Taput berhasil menyelesaikan pembangunan demi keselamatan dan kesejahteraan warga, pungkas Mujianto.
Masyarakat Desa Siantar Naipospos menyambut hangat kehadiran jembatan gantung yang baru, serta ucapan terimakasih kepada Pemkab Taput, Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan serta kepada pihak TNI dengan pola kemanunggalan dengan rakyat. (Udut)






