ACEH UTARA | HARIAN PAPARAZI — Pihak Puskesmas Muara Batu akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan yang menyebut adanya dokter tidak hadir hingga menyebabkan antrean pasien lansia terbengkalai pada Jumat (27/3/2026).
Melalui klarifikasi resmi yang disampaikan kepad wartawan, pihak Puskesmas menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tetap berjalan normal dan tidak ada pasien yang ditelantarkan.
“Dokter bisa bertugas di tiga tempat sesuai dengan Surat Izin Praktik (SIP). Di Puskesmas Muara Batu sendiri terdapat empat dokter, terdiri dari satu dokter PNS, satu dokter PPPK, dan dua dokter sukarela,” demikian disampaikan dalam keterangan klarifikasi yang diterima redaksi, Minggu (29/3/2026).
Menurut pihak Puskesmas, seluruh tenaga medis bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan tugas pokok masing-masing. Jika ada dokter yang berhalangan hadir, maka dokter lain akan saling menggantikan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan.
“Kami sesama dokter saling membantu satu sama lain. Pasien tetap terlayani, tidak ada yang terbengkalai atau terkatung-katung,” tegasnya.
Puskesmas Muara Batu juga membantah adanya kekacauan pelayanan sebagaimana diberitakan sebelumnya. Mereka menyebutkan bahwa seluruh pasien yang datang tetap mendapatkan layanan medis sesuai kebutuhan.
Selain itu, pihak Puskesmas menilai bahwa sistem antrean berbasis aplikasi seperti Mobile JKN tidak selalu mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Pelayanan tidak bergantung sepenuhnya pada sistem aplikasi. Yang terpenting adalah pasien tetap dilayani secara langsung oleh tenaga medis,” lanjut keterangan tersebut.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan kesehatan, Puskesmas Muara Batu menegaskan telah menghadirkan berbagai inovasi layanan kepada masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi PANTAS (Pelayanan Tanpa Batas), USLING (USG Keliling), dan SENI GATING (Sejak Dini Cegah Stunting). Program-program ini disebut sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah Muara Batu dan sekitarnya.
Pihak Puskesmas juga menegaskan bahwa institusinya telah meraih berbagai penghargaan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Puskesmas Muara Batu merupakan puskesmas terbaik tingkat kabupaten dan juga berprestasi di tingkat provinsi. Kami juga memiliki dokter teladan dan tenaga kesehatan teladan, termasuk nutrisionis,” ungkapnya.
Meski membantah adanya pasien terlantar, pihak Puskesmas menyatakan tetap terbuka terhadap kritik dan evaluasi demi peningkatan pelayanan ke depan.
“Kami bekerja dengan sepenuh hati, kerja ikhlas, kerja tuntas. Namun kami juga siap menerima masukan demi pelayanan yang lebih baik,” tutup pernyataan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih membuka ruang konfirmasi lanjutan guna menghadirkan informasi yang berimbang kepada publik.
(Tri Nugroho)







