LHOKSEUMAWE, Harianpaparazzi.com — Suasana haru menyelimuti Mapolres Lhokseumawe ketika seorang bocah kecil bernama Ahzan datang menemui Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan. Pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan menyimpan kisah penuh makna yang menyentuh hati.
Pada 10 Maret 2026, bocah tersebut datang bersama keluarganya dan mengungkap sebuah cerita yang tak disangka-sangka oleh sang Kapolres. Ternyata, nama “Ahzan” yang disandang bocah itu diberikan oleh sang kakek, Bapak Mustafa, sebagai bentuk nazar sekaligus ungkapan kekaguman mendalam kepada sosok AKBP Dr. Ahzan.
Menurut penuturan ibunda bocah tersebut, kekaguman Bapak Mustafa telah tumbuh sejak lama, bahkan jauh sebelum AKBP Dr. Ahzan menjabat sebagai Kapolres Lhokseumawe. Saat itu, beliau masih bertugas sebagai Kepala Satuan Intelijen (Kasat Intel) di Polres Lhokseumawe.
Sosok AKBP Dr. Ahzan yang dikenal ramah, bersahaja, dan dekat dengan masyarakat membuat Bapak Mustafa begitu mengaguminya. Dalam hatinya, ia bernazar bahwa jika suatu hari memiliki cucu laki-laki, ia akan memberikan nama cucunya dengan nama yang sama seperti tokoh yang ia kagumi tersebut.
Nazar itu pun terwujud ketika cucunya lahir dan diberi nama Ahzan. Namun takdir berkata lain, Bapak Mustafa tidak sempat menyaksikan pertemuan antara cucunya dengan sosok yang selama ini ia idolakan. Ia telah lebih dahulu berpulang ke rahmatullah.
Mendengar kisah tersebut, AKBP Dr. Ahzan mengaku sangat terharu dan tidak menyangka bahwa dirinya pernah menjadi inspirasi bagi seseorang hingga namanya diabadikan untuk seorang cucu.
“Saya tidak terbayang sekali kalau ini cucu dari tokemu. Ternyata beliau dulu berkawan dekat dan mengidolakan saya, sampai bernazar ingin memberikan nama cucunya seperti nama saya. Ini membuat saya sangat terharu,” ujar AKBP Dr. Ahzan.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga memberikan doa dan pesan kepada Ahzan kecil agar kelak tumbuh menjadi anak yang saleh dan membanggakan keluarga.
“Saya doakan Ahzan rajin belajar, tekun mengaji, tidak meninggalkan shalat, dan semoga kelak menjadi orang yang sukses serta mampu membahagiakan orang tua,” pesannya.
Pertemuan singkat namun sarat makna tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah nama bukan sekadar identitas. Di baliknya sering tersimpan doa, harapan, serta kisah panjang tentang kekaguman dan cinta yang melampaui waktu.
Semoga almarhum Bapak Mustafa mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan Ahzan kecil kelak tumbuh menjadi pribadi yang mampu mewujudkan harapan besar sang kakek.
(Tri Nugroho Panggabean)







