Menu

Mode Gelap
Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat

Aceh

PWI Lhokseumawe Gelar Konferensi II, Momentum Regenerasi dan Penguatan Peran Pers

badge-check


					PWI Lhokseumawe Gelar Konferensi II, Momentum Regenerasi dan Penguatan Peran Pers Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Lhokseumawe akan menggelar Konferensi ke II guna memilih Ketua PWI untuk periode kepengurusan berikutnya.

Konferensi organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia ini dijadwalkan berlangsung pada 3 Februari 2026, bertempat di Aula Sekretariat PWI Kota Lhokseumawe.

Ketua PWI Lhokseumawe, Sayuti Achmad, menyebut konferensi ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk menjaga keberlangsungan PWI, memperkuat regenerasi, serta merumuskan arah masa depan pers yang profesional dan bermartabat di daerah.

Menurut Sayuti, PWI Lhokseumawe saat ini memiliki sekitar 38 anggota, terdiri dari anggota muda dan anggota biasa. Dari jumlah tersebut, enam orang telah memenuhi syarat administratif dan kompetensi untuk mencalonkan diri sebagai Ketua PWI Lhokseumawe.

Enam nama tersebut yakni Sugito Tasan, Sayuti Achmad, Fachrizal Salim, Haiqal Alfikri, Iskandar, dan Jamaluddin. Lima di antaranya telah mengantongi Sertifikasi Madya Dewan Pers, sementara satu orang telah memiliki Sertifikasi Utama, yang menjadi indikator penting profesionalisme wartawan.

“Ini menunjukkan bahwa PWI Lhokseumawe memiliki kader-kader yang matang secara kompetensi dan siap memimpin,” ujar Sayuti, wartawan yang telah mengantongi sertifikasi Utama itu.

Lebih lanjut, Sayuti menegaskan bahwa PWI adalah rumah besar bagi wartawan, bukan organisasi yang bersifat elitis apalagi diwariskan. Keberlangsungan PWI, kata dia, sangat ditentukan oleh komitmen kolektif anggotanya dalam menjaga marwah organisasi.

“PWI harus tetap berdiri sebagai penjaga etika, kualitas, dan independensi pers. Organisasi ini hanya akan kuat jika dijaga bersama, bukan dikuasai oleh segelintir orang,” tegasnya.

Ia berharap, kepemimpinan PWI ke depan mampu memperkuat fungsi organisasi sebagai wadah pembinaan, peningkatan kapasitas, dan perlindungan profesi wartawan, khususnya di tengah tantangan era digital dan banjir informasi.

Sayuti juga menyoroti fenomena menjamurnya wartawan baru yang belum sepenuhnya memahami kaidah jurnalistik.

Ia mengakui, selama ini pihaknya menerima berbagai masukan, termasuk dari pemerintah, terkait keberadaan oknum-oknum yang menjalankan aktivitas jurnalistik tanpa bekal kompetensi yang memadai.

“Banyak yang masih dalam tahap pembinaan dan pembentukan karakter jurnalistik. PWI hadir untuk membina, tetapi kami juga akan menilai mereka layak atau tidak bergabung di PWI,” ujarnya.

Menurutnya, ke depan PWI harus menjadi filter utama dalam menjaga kualitas wartawan, agar profesi jurnalistik tidak kehilangan kepercayaan publik.

Proses seleksi keanggotaan, sertifikasi, serta pembinaan berkelanjutan dinilai menjadi kunci masa depan PWI. Sehingga PWI Lhokseumawe telah berhasil membuat tiga kali kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Terkait hubungan dengan pemerintah, Sayuti menegaskan bahwa PWI berkomitmen menjaga relasi yang profesional, setara, dan konstruktif, tanpa mengorbankan independensi pers.

“PWI bukan alat kekuasaan, tetapi juga bukan musuh pemerintah. Hubungan yang dibangun adalah kemitraan yang sehat, kritis, objektif, dan berimbang,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat PWI sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi publik yang akurat dan mencerahkan, sekaligus sebagai pengawas sosial yang menjalankan fungsi kontrol secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi II PWI Kota Lhokseumawe, Iskandar, ST, menyampaikan bahwa SK Panitia Pelaksana telah ditetapkan oleh Pengurus PWI Provinsi Aceh. Dengan demikian, panitia resmi membuka pendaftaran Calon Ketua PWI Kota Lhokseumawe.

“Pendaftaran dan penerimaan berkas dibuka mulai 28 hingga 31 Januari 2026, pada jam kerja,” ujar Iskandar.

Ia menambahkan, panitia saat ini tengah melakukan pematangan persiapan untuk memastikan Konferensi II berjalan lancar, demokratis, dan sesuai dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI.

Iskandar juga mengharapkan, konferensi II PWI Kota Lhokseumawe dapat melahirkan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, serta mampu membawa PWI tetap relevan dan berwibawa dalam menghadapi dinamika pers dan demokrasi ke depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Negara Masuk Hutan Aceh: Satgas PKH Ambil Alih Kawasan Pasca Izin Lima Perusahaan Dicabut

28 Januari 2026 - 22:56 WIB

Bawa 50,7 Kilogram Ganja, Dua Pria di Aceh Tenggara Ditangkap Polisi 

28 Januari 2026 - 07:50 WIB

Pemkab Aceh Utara Gandeng Media PASESATU Salurkan Tenda dan Tangki Air untuk Korban Banjir Bandang

27 Januari 2026 - 23:27 WIB

Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Apresiasi Kapolres Lhokseumawe atas Bantuan Kemanusiaan Pasca Banjir

27 Januari 2026 - 16:08 WIB

LBH Iskandar Muda Aceh Minta Kajati Turun Tangan, Dugaan Masalah PEMA Dikunci ke UU Tipikor dan Perbendaharaan Negara

26 Januari 2026 - 13:04 WIB

Trending di Aceh