Menu

Mode Gelap
Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Masjid Punteut Kalahkan Seneubok 2–0 di Turnamen Bola Kaki HUT RI ke-80 Forkopimcam Blang Mangat Cup 2025 Hendry Ch Bangun Daftar Calon Ketua Umum PWI, Ajak Semua Anggota Bersatu Majukan PWI

Aceh

Penyaluran Bantuan Pangan di Deleng Pokhkisen Dikeluhkan Warga

badge-check


					Penyaluran Bantuan Pangan di Deleng Pokhkisen Dikeluhkan Warga Perbesar

Aceh Tenggara, Harianpaparazzi.com – Warga desa di Kecamatan Deleng Pokhkisen mengeluh terkait penyaluran bantuan pangan berupa beras sebanyak 20 kilogram.

Wati salah satu warga setempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap petugas dalam penyaluran bantuan pangan beras sebanyak 20 kilo gram.

“Penyaluran bantuan pangan ini, di dalam undangan diambil di kantor desa masing-masing, namun kenyataannya di ambil di kantor camat, jadi warga dari 22 desa berkumpul di kantor camat Deleng Pokhkisen, sehingga antrian panjang mulai pagi hari sampai sore hari,” ungkap Wati. 

Syarat pengambilan bantuan pangan yang diwakilkan keluarganya harus ada surat keterangan dari kepala desa setempat, hal ini dianggap mempersulit warga, warga harus bolak – balik minta tanda tangan kepala desa. 

Ia menyebutkan, untuk membuat keterangan kita harus ke tempat fotocopy bayar, dan menjumpai kepala desa.

“Kepala desa payah (sulit-red) dijumpai, ditelpon ga diangkat, terakhir besok lagi, harus ambil bantuan itu , jadi waktu untuk ambil bantuan itu bisa memakan waktu 2 sampai 3 hari,” keluhnya. 

Wati berharap kepada pihak bulog sebagai penyalur bantuan tersebut tidak dipersulit, KTP asli penerima manfaat ada dan KTP asli perwakilan pun ada, harusnya jangan lagi buat keterangan dari kepala desa, lebih baik bantuan itu diberikan di desa masing-masing biar tidak repot.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kutacane, Fahmi Hafiza Siregar saat dikonfirmasi harianpaparazzi.com mengatakan pengambilan bantuan melalui perwakilan telah sesuai prosedur. 

“Memang pak, untuk perwakilan ada tata caranya, tidak sama dengan orang yang bersangkutan langsung mengambil. Saya lagi di Gayo Lues pak coba komunikasi dengan bang Rizal Hasibuan,” singkatnya.

Sementara itu Rizal Hasibuan mengatakan akan mengevaluasi hal tersebut. 

“Di seluruh Indonesia memang sedang banyak temuan seperti ini bang, ini nanti untuk kita laporkan ke bappenas pusat dan jadi bahan evaluasi. Saat ini aplikasi pusat sedang ada perbaikan juga,” ungkapnya.

“Semua laporan masyarakat kita tampung bang sebagai bahan perbaikan kedepannya, karena pusat tidak tau kondisi langsung menghadapi rakyat di lapangan, kita di lapangan ini yg merasakan,”tambahnya mengakhiri. (Yusuf) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aceh Jadi Tuan Rumah Peringatan HAM 2025, Sementara Luka Lama Belum Tuntas

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara

28 Agustus 2025 - 22:45 WIB

PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman

27 Agustus 2025 - 23:11 WIB

Bulog Kuasai Pasar Beras: Stok Melimpah, Kualitas dan Harga Jadi Pertanyaan

27 Agustus 2025 - 14:53 WIB

Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi

26 Agustus 2025 - 23:23 WIB

Trending di Aceh