Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Ketua Komisi V DPRK Aceh Utara Tengku Razali meminta dugaan pemukulan terhadap wartawan saat meliput pertandingan sepak bola di Kecamatan Tanah Luas diusut tuntas. Ia meminta Dandim 0103 Aceh Utara dan Denpom IM/1 Lhokseumawe menindaklanjuti dugaan kekerasan tersebut.
Tengku Razali mengatakan Komisi V DPRK Aceh Utara juga akan memanggil panitia penyelenggara, camat hingga institusi TNI untuk meminta klarifikasi mengenai insiden yang terjadi setelah pertandingan sepak bola di Lapangan Bumigas, Blang Jruen, Tanah Luas. Hal tersebut disampaikan Tengku Razali kepada wartawan Harian Papaprazi, jumat (28/08).
“Tindakan ini memalukan dan mencoreng nama baik pemerintah daerah. Ini kan olahraga kemasyarakatan, terlebih lagi memeriahkan 17 Agustus ternoda oleh perbuatan main hakim sendiri yang tidak dibenarkan.”
Tengku Razali mengatakan kegiatan olahraga masyarakat semestinya menjadi ruang pembinaan serta menghasilkan pemain muda. Menurut dia, pertandingan olahraga tidak seharusnya berakhir dengan tindakan kekerasan.
Ia mengatakan Komisi V akan meminta penjelasan seluruh pihak yang terlibat agar persoalan tersebut tidak berhenti pada pernyataan masing-masing pihak.
Sebelumnya, pihak pimpinan Kecamatan Tanah Luas menyebut tindakan terhadap Haiqal merupakan bagian dari upaya pengamanan ketika kericuhan terjadi. Sementara PWI Lhokseumawe menyebut wartawan tersebut mengalami dugaan kekerasan.
Tengku Razali menegaskan pemanggilan pihak terkait diperlukan untuk mengetahui kronologi kejadian secara utuh serta memastikan tidak ada pihak yang mengambil tindakan di luar kewenangannya. (Firdaus)






