BANDA ACEH, Harianpaparazzi.com – Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur jalan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, didampingi Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jalan Nasional dan Tenaga Ahli Madya Balai Jalan Nasional. Pertemuan berlangsung di Kantor BPJN Aceh, Banda Aceh, Selasa (21/10/2026).
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pembicaraan Wali Kota Lhokseumawe dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) terkait komitmen pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan Jalan Lingkar Kota Lhokseumawe. Pembangunan yang menjadi perhatian khusus meliputi jalur dua lajur Ujong Blang dan Loskala, dengan target pelaksanaan dimulai paling lambat April 2027.
Selain membahas kelanjutan Jalan Lingkar, pertemuan tersebut juga menyoroti usulan penanganan jalan nasional Segmen I, mulai dari Simpang Pintu 2 Arun hingga Panggoi. Salah satu alternatif yang dibahas adalah pemanfaatan jalur eks rel kereta api untuk pengembangan akses jalan guna mendukung kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kota Lhokseumawe.
Sebelumnya, Wali Kota Lhokseumawe juga telah melakukan koordinasi dengan manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Gambir, Jakarta, untuk membahas peluang pemanfaatan jalur tersebut sebagai bagian dari rencana pengembangan infrastruktur jalan.
Dalam rapat koordinasi itu, Wali Kota turut menyampaikan sejumlah usulan terkait peningkatan kualitas dan revitalisasi fungsi layanan jalan nasional. Usulan tersebut meliputi perbaikan permukaan jalan melalui penanganan lubang pada aspal guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, revitalisasi saluran drainase di sisi jalan juga menjadi perhatian untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan. Pemeliharaan Daerah Milik Jalan (Damija), termasuk pembersihan semak belukar dan penertiban bangunan liar sesuai ketentuan yang berlaku, turut diusulkan agar fungsi ruang jalan tetap terjaga.
Wali Kota menekankan bahwa pemeliharaan jalan nasional harus dilakukan secara berkelanjutan agar infrastruktur tersebut dapat berfungsi optimal serta memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap kelanjutan pembangunan Jalan Lingkar Kota Lhokseumawe, termasuk pembangunan Jembatan Loskala. Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap proyek tersebut dapat menjadi salah satu prioritas program BPJN Aceh pada Tahun Anggaran 2027.
Melalui koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kota Lhokseumawe, BPJN Aceh, dan Kementerian Pekerjaan Umum, berbagai usulan penanganan jalan serta rencana pembangunan infrastruktur diharapkan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan, perencanaan, dan ketersediaan anggaran.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Lhokseumawe.
Infrastruktur Berkualitas, Mobilitas Lancar, Lhokseumawe Semakin Maju.





