Menu

Mode Gelap
Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat!

Aceh

Stok dan Harga Daging di Lhokseumawe dan Aceh Utara Dipastikan Aman Menjelang Meugang

badge-check


					Stok dan Harga Daging di Lhokseumawe dan Aceh Utara Dipastikan Aman Menjelang Meugang Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi – Ketersediaan stok daging sapi dan kerbau untuk tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadan 1446 H/2025 M dipastikan aman. Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Utara mencatat jumlah hewan ternak siap sembelih mencapai 6.121 ekor. Pemerintah daerah pun turun langsung ke pasar-pasar guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan daging bagi masyarakat, Selasa (25/2/2025).

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, menegaskan bahwa pihaknya melakukan inspeksi mendadak untuk menghindari spekulasi harga yang bisa membebani masyarakat. “Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa menjalankan tradisi meugang tanpa terbebani lonjakan harga,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh Utara, Dr. A. Murtala, menyebutkan bahwa harga kebutuhan pokok, termasuk daging sapi, masih relatif stabil. “Harga daging sapi berada pada kisaran Rp150 per kilogram. Bahan pokok lainnya juga masih tersedia di pasaran dengan harga yang cukup terkendali,” katanya.

Selain memastikan kelancaran meugang, berbagai kegiatan sosial juga dilakukan, termasuk gotong royong massal di sejumlah daerah. Di Aceh Utara, ASN, Forkopimda, dan tokoh masyarakat terlibat dalam pembersihan masjid, salah satunya Masjid Raya Panton Labu. “Bersihnya masjid akan meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah di bulan suci,” tambah Murtala.

Di Kota Lhokseumawe, Forkopimda setempat juga turun ke Pasar Inpres untuk memantau harga dan ketersediaan pangan. Pemerintah Kota Lhokseumawe pun menggelar pasar murah serta memonitor pelaksanaan Gelar Pangan Murah (GPM) di Desa Hagu Selatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan Provinsi dan Bulog Cabang Lhokseumawe. Kepala Bulog Lhokseumawe, Muhammad Iqbal, memastikan stok beras aman menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Aceh Utara, Lilis Indriyansah, menjamin stok ternak cukup untuk 27 kecamatan. Ia juga memastikan bahwa hewan yang akan disembelih telah melalui pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi guna mencegah wabah penyakit PMK. “Petugas kami telah bekerja sama dengan Puskewan dalam memastikan kesehatan hewan ternak sebelum dipotong,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pengawasan akan terus dilakukan, mulai dari proses penyembelihan hingga penjualan di pasar tradisional dan lapak pedagang. “Ada retribusi pemeriksaan kesehatan hewan sebesar Rp27 ribu per ekor untuk meugang,” tambahnya.

Untuk harga daging meugang tahun ini, pemerintah menetapkan kisaran Rp160 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram. Berdasarkan data Tim Pengawasan Pengendalian Inflasi Daerah (PPID) Kabupaten Aceh Utara, harga 33 jenis bahan pokok juga relatif stabil. Kenaikan ringan hanya terjadi pada beberapa komoditas, seperti daging ayam yang naik dari Rp25 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram, bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram, serta cabai merah keriting dari Rp38 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Pantauan (GPM) Di Kota Lhokseumawe, harga sembako juga relatif stabil. Kenaikan hanya terjadi pada cabai merah, dari Rp40 ribu menjadi Rp44 ribu per kilogram, daging ayam dari Rp31 ribu menjadi Rp34 ribu per kilogram, serta bawang merah yang naik Rp2 ribu hingga Rp4 ribu per kilogram. Adapun harga beras medium tercatat Rp186 ribu per sak (15 kg), sementara beras premium berkisar antara Rp205 ribu hingga Rp215 ribu per sak (15 kg), tergantung merek.

Dengan berbagai langkah pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah, masyarakat diharapkan dapat menjalani tradisi meugang dengan tenang tanpa khawatir terhadap ketersediaan daging dan harga yang melonjak. (Ramadhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siltap Aparatur Desa di Aceh Tenggara 4 Bulan Belum Dibayar, Ini Kata Kaban Pengelolaan Keuangan Daerah

12 Januari 2026 - 20:26 WIB

Sebulan Bertahan di Balai Desa, Pengungsi Banjir Baktiya Menanti Hunian Sementara

12 Januari 2026 - 16:19 WIB

Brimob Aceh dan Brimob Banten Gotong Royong Bersihkan Mesjid Di Aceh Utara

10 Januari 2026 - 16:15 WIB

Didampingi Pengacara, Warga Blang Panyang Laporkan Dugaan Perusakan Kebun Libatkan PJ Geuchik

10 Januari 2026 - 16:14 WIB

Proyek Jalan PT Krung Meuh Putuskan Listrik Warga, Kodim dan Danramil Diminta Klarifikasi

10 Januari 2026 - 12:09 WIB

Trending di Aceh