Menu

Mode Gelap
BUMDes Merugi, Tim Inspektorat Taput akan Monitoring 5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara SPPG dan KMP Tak Miliki PBG, Dinas Perizinan Taput Jemput Bola Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan Massa Bakal Gelar Aksi ke Polres Jika Hingga Kamis Pelaku Penganiayaan Anak Belum Ditangkap

Sumut

Polemik Pantun Baharuddin Siagian, Ketua PD Alwasliyah: Baharuddin Jujur dan Menghormati Budaya Melayu

badge-check

Polemik Pantun Baharuddin Siagian, Ketua PD Alwasliyah: Baharuddin Jujur dan Menghormati Budaya Melayu Perbesar

Batu Bara, Harianpaparazzi.com | Polemik seputar pantun yang disampaikan oleh Calon Bupati Batubara, H Baharuddin Siagian, menjadi perbincangan hangat di jagat maya pada Jumat (11/10/2024).

Berbagai pandangan publik muncul, khususnya terkait isu SARA yang dibumbui dalam diskusi tersebut, menggiring opini negatif dari sebagian masyarakat.

Al Asari, Ketua PD Al Washliyah Batubara, menanggapi polemik ini dengan bijak. Menurutnya, dinamika politik seperti ini merupakan hal yang wajar jelang Pilkada.

“Semakin dekat hari pencoblosan, semakin kuat pula dinamika politik, baik yang berbentuk kampanye negatif maupun kampanye hitam,” ujarnya.

Terkait isu SARA yang kerap muncul, Al Asari menegaskan bahwa masyarakat Batubara dikenal egaliter dan memiliki rasa persaudaraan yang kuat.

“Kami yakin, masyarakat Batubara yang cerdas tidak akan mudah terprovokasi oleh narasi kebencian yang coba dibangun,” tegasnya.

Pantun Baharuddin Siagian yang sempat viral di media sosial dipandang oleh sebagian pihak sebagai upaya untuk menjatuhkan sang calon bupati. Namun, Al Asari berpendapat sebaliknya. Ia menilai, pantun tersebut justru menunjukkan karakter Baharuddin yang jujur dan terbuka.

“Baharuddin tidak pernah menyembunyikan identitas kesukuannya hanya demi mendapatkan simpati. Ia juga dengan tulus mengakui bahwa Batubara adalah tanah Melayu, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat,” tambahnya.

Al Asari optimistis bahwa polemik ini tidak akan mempengaruhi keputusan masyarakat Batubara dalam memilih Paslon 02 pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

“Mari kita hentikan kebiasaan menggunakan isu suku sebagai alat kampanye. Fokuslah pada gagasan cerdas dan kepedulian terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Pantun Baharuddin Siagian, menurutnya, merupakan wujud semangat untuk merebut hati masyarakat, bukan pantun yang menyulut isu SARA. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Izin Keluar Grup, Setelah Hendrik Surbakti Kini Polmer Silalahi Dimutasi dari Kabid ke Sekcam

18 Juli 2026 - 14:43 WIB

Eksekutif Usul Ranperda Tambahan Penyertaan Modal Bank Sumut dan Mual Natio Taput

16 Juli 2026 - 18:38 WIB

Ferry Mulyana Sunarya Kapolres Taput, Lepas Sambut di Sopo Partungkoan

15 Juli 2026 - 19:45 WIB

BUMDes Merugi, Tim Inspektorat Taput akan Monitoring

15 Juli 2026 - 15:32 WIB

1,8 Ton Bibit Bawang Merah dari SOL Harapan Baru Petani Pahae Jae

14 Juli 2026 - 10:19 WIB

Trending di Sumut