Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

Sumut

Polemik Pantun Baharuddin Siagian, Ketua PD Alwasliyah: Baharuddin Jujur dan Menghormati Budaya Melayu

badge-check


					Polemik Pantun Baharuddin Siagian, Ketua PD Alwasliyah: Baharuddin Jujur dan Menghormati Budaya Melayu Perbesar

Batu Bara, Harianpaparazzi.com | Polemik seputar pantun yang disampaikan oleh Calon Bupati Batubara, H Baharuddin Siagian, menjadi perbincangan hangat di jagat maya pada Jumat (11/10/2024).

Berbagai pandangan publik muncul, khususnya terkait isu SARA yang dibumbui dalam diskusi tersebut, menggiring opini negatif dari sebagian masyarakat.

Al Asari, Ketua PD Al Washliyah Batubara, menanggapi polemik ini dengan bijak. Menurutnya, dinamika politik seperti ini merupakan hal yang wajar jelang Pilkada.

“Semakin dekat hari pencoblosan, semakin kuat pula dinamika politik, baik yang berbentuk kampanye negatif maupun kampanye hitam,” ujarnya.

Terkait isu SARA yang kerap muncul, Al Asari menegaskan bahwa masyarakat Batubara dikenal egaliter dan memiliki rasa persaudaraan yang kuat.

“Kami yakin, masyarakat Batubara yang cerdas tidak akan mudah terprovokasi oleh narasi kebencian yang coba dibangun,” tegasnya.

Pantun Baharuddin Siagian yang sempat viral di media sosial dipandang oleh sebagian pihak sebagai upaya untuk menjatuhkan sang calon bupati. Namun, Al Asari berpendapat sebaliknya. Ia menilai, pantun tersebut justru menunjukkan karakter Baharuddin yang jujur dan terbuka.

“Baharuddin tidak pernah menyembunyikan identitas kesukuannya hanya demi mendapatkan simpati. Ia juga dengan tulus mengakui bahwa Batubara adalah tanah Melayu, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat,” tambahnya.

Al Asari optimistis bahwa polemik ini tidak akan mempengaruhi keputusan masyarakat Batubara dalam memilih Paslon 02 pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

“Mari kita hentikan kebiasaan menggunakan isu suku sebagai alat kampanye. Fokuslah pada gagasan cerdas dan kepedulian terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Pantun Baharuddin Siagian, menurutnya, merupakan wujud semangat untuk merebut hati masyarakat, bukan pantun yang menyulut isu SARA. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penyelesaian Damai Kasus Penganiayaan Diapresiasi, Kapolres Langkat Tuai Dukungan DPR RI

19 April 2026 - 13:24 WIB

Di Tengah Gejolak Minyak Dunia, PS 08 Apresiasi Kebijakan Prabowo Subianto Lindungi Daya Beli

10 April 2026 - 16:00 WIB

Drone Diterbangkan, Lalu Lintas Dipantau dari Langit: Satlantas Batu Bara Cegah Kemacetan Mudik

20 Maret 2026 - 17:47 WIB

Pansus PAD DPRD Batu Bara Turun Langsung ke PT Kuala Gunung, Retribusi Dipertanyakan

10 Maret 2026 - 09:11 WIB

Kurir Bawa 6,3 Kg Sabu Disergap di Lubuk Pakam, Polisi Bongkar Jalur Antarprovinsi

21 Februari 2026 - 19:38 WIB

Trending di Sumut