Aceh Utara, Harianpaparazzi.com — Penanganan dampak banjir di Kabupaten Aceh Utara hingga hari ke-28 pascabencana menuai sorotan dari berbagai kalangan. Lambannya pemulihan di sejumlah wilayah terdampak dinilai tidak terlepas dari lemahnya komunikasi pemerintah daerah kepada publik, khususnya dalam penyampaian informasi resmi.
Sejumlah warga dan pemerhati kebijakan publik menilai arus informasi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara belum berjalan optimal. Informasi terkait penanganan banjir, distribusi bantuan, hingga langkah pemulihan kerap disampaikan secara tidak konsisten dan terlambat, sehingga memicu kebingungan serta kegaduhan di lapangan.
Bahkan informasi yang disampaikan Juru Bicara Bupati Aceh Utara tidak sejalan dengan kebijkana Bupati.Bahkan ada informasi yang dilempar ke Publik oleh Jubir sering tidak sesuai dengan kegiatan Bupati sehingga kalangan media juga menilai Jubir yang diangkat Bupati sebagai corong informasi Pemda menjadi boomerang bagi Bupati itu sendiri.
Kondisi tersebut mengarah pada peran Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Tgk. Muntasir Ramli, yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi komunikasi publik di tengah situasi darurat. Dalam kondisi bencana, kecepatan dan ketepatan informasi dianggap sebagai kebutuhan mendesak agar masyarakat memperoleh kejelasan dan tidak terjebak pada informasi simpang siur.
“Dalam situasi krisis seperti banjir besar, pemerintah daerah seharusnya memiliki satu pintu informasi yang aktif, responsif, dan transparan. Jika komunikasi tersendat, dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Selasa (23/12/2025).
Menurutnya, lemahnya penyampaian informasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, menurunkan kepercayaan publik, serta menghambat koordinasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat terdampak.
Sejumlah pihak berharap Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dapat lebih proaktif, melakukan pembaruan informasi secara berkala, serta menyampaikan data yang akurat dan mudah dipahami publik. Langkah tersebut dinilai penting untuk meredam keresahan warga sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan lebih terarah.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Tgk. Muntasir Ramli, masih terus dilakukan untuk memperoleh penjelasan resmi terkait kritik tersebut.
Sejumlah pihak menilai bahwa Bupati Aceh Utara, Ayahwa, selama ini telah berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat terdampak banjir, termasuk melalui penyaluran bantuan dan penanganan langsung di lapangan.
Namun demikian, lemahnya komunikasi dan penyampaian informasi oleh juru bicara Bupati Aceh Utara dinilai telah menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, bahkan memunculkan persepsi keliru seolah-olah pemerintah daerah tidak bekerja secara optimal. Kondisi ini disebut justru merugikan citra dan kerja-kerja Bupati Aceh Utara di mata publik. (Tri Nugroho)







