Menu

Mode Gelap
Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon?

Aceh

Pemkab Dukung Pembukaan Layanan Cuci Darah di RS Nurul Hasanah Aceh Tenggara

badge-check


					Bupati Aceh Tenggara bersama Komisaris Utama RS Nurul Hasanah. Perbesar

Bupati Aceh Tenggara bersama Komisaris Utama RS Nurul Hasanah.

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, menghadiri kegiatan penilaian kesesuaian perizinan berusaha layanan hemodialisis (cuci darah) di Rumah Sakit Nurul Hasanah (RSNH) Kutacane, Kamis (16/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di aula rumah sakit dan menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan di daerah.

Dalam sambutannya, Fakhry menyampaikan apresiasi atas langkah RS Nurul Hasanah yang bersiap membuka layanan hemodialisis bagi pasien penderita gagal ginjal.

Ia menyebut, kehadiran layanan tersebut akan memberi manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi bukti nyata peran sektor swasta dalam memperluas akses kesehatan.

“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih dan dukungan penuh kepada RS Nurul Hasanah yang terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan bermutu bagi masyarakat Aceh Tenggara,” ujar Fakhry.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan memperkuat kerja sama antara RSUD H. Sahudin dan RS Nurul Hasanah, khususnya dalam pelayanan hemodialisis.

Kolaborasi itu diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan pasien dan memperkuat sistem layanan kesehatan di tingkat kabupaten.

Kepada tim penilai dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Fakhry juga berharap proses penilaian izin dapat segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Semakin cepat izin dikeluarkan, semakin cepat pula masyarakat bisa menikmati manfaatnya,” kata Fakhry.

Sementara itu, Komisaris Utama RS Nurul Hasanah, Darmansyah, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa rumah sakit swasta tersebut berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

“RS Nurul Hasanah telah menyiapkan enam unit alat hemodialisis sebagai bentuk kesiapan kami memberikan pelayanan yang layak bagi pasien penderita gagal ginjal kronis,” ujar Darmansyah.

Pembukaan unit hemodialisis di RS Nurul Hasanah menjadi langkah penting dalam penguatan pelayanan kesehatan di Aceh Tenggara, sekaligus memperluas pilihan layanan bagi masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri, Perwakilan Tim Penilaian Kesesuaian Izin Dialisis Rumah Sakit dari Kementrian, Pembina Utama Pernefri Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran pejabat dan dokter RS Nurul Hasanah. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir

14 Januari 2026 - 23:41 WIB

Oknum Anggota DPR RI Asal Aceh TA Khalid Diduga Tipu Warga

14 Januari 2026 - 20:24 WIB

Aksi Dua LSM di Depan Polda Aceh Disorot, LSM Penjara Sebut Ada Kepentingan Tersembunyi

14 Januari 2026 - 20:00 WIB

Siltap Aparatur Desa di Aceh Tenggara 4 Bulan Belum Dibayar, Ini Kata Kaban Pengelolaan Keuangan Daerah

12 Januari 2026 - 20:26 WIB

Sebulan Bertahan di Balai Desa, Pengungsi Banjir Baktiya Menanti Hunian Sementara

12 Januari 2026 - 16:19 WIB

Trending di Aceh