Menu

Mode Gelap
Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

News

Pemerhati: Petani Menjerit Harga Cabai Anjlok

badge-check


					Pemerhati: Petani Menjerit Harga Cabai Anjlok Perbesar

JAKARTA, harianpaparazzi.com — Teriakan keras petani cabai hingga bersurat pada Presiden menarik perhatian Koordinator Aliansi Masyarakat Penyelamat Pertanian Indonesia (AMPPI), Deby Syahputra untuk mempertanyakan peranan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang terkesan sembunyi tangan disaat petani membutuhkan kepastian harga.

Pasalnya menurut Deby, saat ini harga cabai besar di pasaran dalam kondisi anjlok parah. Bahkan di Jawa Timur, informasi yang diperoleh harga cabai tersebut berada di kisaran dibawah Rp 10 ribu perkilogram.

Mengenai hal ini, kata Deby, dirinya heran Bapanas terkesan tidak berbuat apa-apa, seharusnya bergerak cepat dengan membantu harga cabai tidak anjlok.

“Kan kalau kita bicara regulator suplai demand pangan domain nya ada di bapanas. Jadi jangan sampai mereka ini sibuk mikir hitung impor disaat harga tinggi tapi malah diam disaat harga pangan jatuh,” ujar Deby dalam keteranganya, Jumat, 4 Oktober 2024.

Deby mengatakan, Bapanas sebaiknya mulai bergerak cepat dalam menyelesaikan persolan harga cabai yang saat ini tengah hancur.

Jangan sampai, perjuangan petani dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri ini tidak direspon dengan kebijakan harga yang menguntungkan.

“Saya minta Bapanas segera merespon keluhan petani yang menghadapi kehancuran harga. Bapanas harus menyelesaikan persoalan ini secara cepat dan kongkrit,” katanya.

Deby menambahkan isu deflasi di Indonesia akibat suplai pangan yang melimpah, bahwa jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka dia khawatir akan terjadi kerugian tinggi di tingkat petani.

Jangan sampai, kata dia, petani turun ke jalan mendesak pemerintah untuk menentukan kebijakan harga.

“Sekali lagi kasihan petani kalau Bapanas hanya menonton kesedihan mereka. Ayo bergerak jangan diam saja,” jelasnya.

Dirinya merasa memang sebaiknya urusan hulu hingga hilir soal pangan dikendalikan Kementerian Pertanian seperti dulu.

Deby mengamati bahwa sejak ada Bapanas malah kebijakan impor pangan kencang terjadi.

“Memang gampang sekarang mencari pembenaran, el nino dan teori suplai demand jadi alasan. Sekarang cabai anjlok apa kebijakan kongkritnya?”, lanjutnya mempertanyakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FWK Ingatkan Pemerintah, Cabut 28 Izin Perusahaan, Tegakkan Hukum Bukan ‘Lip Service’

22 Januari 2026 - 11:48 WIB

Kolaborasi SMSI Batu Bara–Kejari: Sinergi Hukum dan Pengembangan SDM untuk Kemajuan Daerah

14 Januari 2026 - 16:00 WIB

Universitas Mercu Buana Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke 11 Desa Terdampak Banjir Bandang di Aceh

10 Januari 2026 - 17:36 WIB

Bupati Batu Bara Raih Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari SMSI

8 Januari 2026 - 12:07 WIB

Informasi Penanganan Banjir Aceh Utara Tak Satu Pintu, Publik Bingung di Tengah Krisis Kemanusiaan

24 Desember 2025 - 19:57 WIB

Trending di News