Menu

Mode Gelap
Intensitas Hujan Memuncak, Banjir Besar Kepung Lhokseumawe dan Sekitarnya Abrasi Lhok Puuk Masuki Fase Darurat: 38 Rumah Hilang, Ribuan Warga Terancam, Mualem Turun ke Lokasi, Politik Anggaran Mulai terlihat jelas Pencurian Rokok Lintas Provinsi Terbongkar Sindikat “Spesialis Gudang Nikotin” di Aceh – Sumut Misteri Penembakan Muhammad Nasir di Alue Lim: Utang Piutang dan Modus Terencana Pelaku Harga Emas di Aceh Utara “memanas” Miris, Bocah 13 Tahun Dirudapaksa Ayah Kandung di Dalam Rumah Sendiri

Aceh

Mengayun Komando, Menyulam Kedekatan: Harapan Baru dari Siwah

badge-check


					Mengayun Komando, Menyulam Kedekatan: Harapan Baru dari Siwah Perbesar

Lhoksukon, Harianpaprazzi – Langit Lhoksukon belum sepenuhnya siang saat barisan pasukan tempur berdiri tegak di halaman Markas Brigif 25/Siwah. Suara doa dari mulut ulama karismatik Aceh, Waled Muzakir Lapang, menyatu dalam sejuknya udara desa Blang Aman. Di tengah hening dan khidmat itu, seorang perwira muda dengan senyum tenang melangkah pasti, Lekol Inf. DR. Dimar Bahtera, S.Sos., M.A.P, resmi menerima tongkat komando sebagai Komandan Brigif 25/Siwah, menggantikan Kolonel Inf Raja Gunung Nasution.

Sebuah Awal dalam Doa
Dalam adat Aceh, pemimpin baru tidak sekadar dikenalkan, tapi “ditepungtawari”. Alunan doa dan ayat suci mengiringi jabatan baru Dimar Bahtera. Peusijuk dari ulama bukan sekadar seremoni—ia simbol penerimaan spiritual dan sosial dari bumi Serambi Mekkah.

“Sayangi kami seperti anak sendiri. Kami akan hadir, membantu, tanpa pamrih. Jika ada yang salah dari prajurit kami, tolong tegur. Karena Aceh adalah titipan,” ujar Dimar dengan nada penuh empati dan rendah hati.

Antara Seragam Tempur dan Goresan Ilmu
Tidak banyak komandan batalion yang mampu menyeimbangkan lapangan dengan akademik. Tapi Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, melihat sesuatu yang lain dalam sosok Dimar Bahtera.

“Beliau punya gelar doktor, namun tetap ada di medan dan dekat dengan pasukan. Ini bukan sekadar pangkat, ini kepemimpinan modern,” ujarnya mengagumi.

Komando dengan Wajah Kemanusiaan
Dengan gaya kepemimpinan khasnya, Dimar membentangkan pandangannya tentang peran TNI: bukan dominan, tapi totalitas membantu rakyat. Ia menolak dikotomi “militer-sipil” yang selama ini membayangi Aceh pasca-konflik.

“Kalau masyarakat lelah, panggil kami. Kalau mencangkul pun tak kuat, biar kami yang mencangkul. Kami bukan dominasi, kami cadangan terakhir bagi rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyadari betul nilai budaya dan religi masyarakat Aceh. Maka ia berkomitmen menjadikan Syariat Islam bukan hanya dihormati, tapi dihayati sebagai cara hidup di lingkungan Brigif.

Aceh memiliki tiga Batalyon Infanteri di bawah Brigif RK 25/Siwah: Raider 111/Karma Bhakti, Raider 113/Jaya Sakti, dan Raider 114/Satria Musara. Di tengah meningkatnya jumlah pasukan, banyak pihak memandang ada “dominasi militer”. Namun Dimar mengajak melihat dari sisi lain.

“TNI itu alat negara. Kami ada untuk memperkuat, bukan mengambil alih. Kami di sini untuk menjahit kembali apa yang pernah robek, dengan hormat, bukan kekuatan.”

Dengan latar akademik yang tak biasa untuk seorang prajurit tempur, Dimar Bahtera datang bukan membawa strategi perang, tapi peta harapan. Di tengah bayang-bayang sejarah konflik dan keraguan terhadap militer, ia datang membawa sentuhan baru: mengubah kekuatan menjadi perlindungan, dan komando menjadi pengabdian. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mendagri Tito Tiba di Lhokseumawe, Wali Kota Sayuti Abubakar Paparkan Penanganan Terkini Pascabencana

30 November 2025 - 18:32 WIB

YARA Minta Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Aceh, Sumut & Sumbar

30 November 2025 - 15:47 WIB

Mualem: Pemerintah Aceh Maksimalkan Segala Upaya Tangani Banjir Besar yang Melanda Seluruh Aceh

30 November 2025 - 15:06 WIB

Heroik, TNI AU Satrad 102 dan Tim Medis RSU Cut Meutia Antarkan Jenazah Menembus Banjir Besar di Aceh Utara

29 November 2025 - 13:16 WIB

Tangki PGE Terbakar: Kerugian Rakyat Aceh, Petinggi PGE dan BPMA Harus Bertanggung Jawab!

25 November 2025 - 19:59 WIB

Trending di Aceh