Menu

Mode Gelap
Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi Fly Ash untuk Pembangunan Berkelanjutan Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan

Aceh

Mengayun Komando, Menyulam Kedekatan: Harapan Baru dari Siwah

badge-check


					Mengayun Komando, Menyulam Kedekatan: Harapan Baru dari Siwah Perbesar

Lhoksukon, Harianpaprazzi – Langit Lhoksukon belum sepenuhnya siang saat barisan pasukan tempur berdiri tegak di halaman Markas Brigif 25/Siwah. Suara doa dari mulut ulama karismatik Aceh, Waled Muzakir Lapang, menyatu dalam sejuknya udara desa Blang Aman. Di tengah hening dan khidmat itu, seorang perwira muda dengan senyum tenang melangkah pasti, Lekol Inf. DR. Dimar Bahtera, S.Sos., M.A.P, resmi menerima tongkat komando sebagai Komandan Brigif 25/Siwah, menggantikan Kolonel Inf Raja Gunung Nasution.

Sebuah Awal dalam Doa
Dalam adat Aceh, pemimpin baru tidak sekadar dikenalkan, tapi “ditepungtawari”. Alunan doa dan ayat suci mengiringi jabatan baru Dimar Bahtera. Peusijuk dari ulama bukan sekadar seremoni—ia simbol penerimaan spiritual dan sosial dari bumi Serambi Mekkah.

“Sayangi kami seperti anak sendiri. Kami akan hadir, membantu, tanpa pamrih. Jika ada yang salah dari prajurit kami, tolong tegur. Karena Aceh adalah titipan,” ujar Dimar dengan nada penuh empati dan rendah hati.

Antara Seragam Tempur dan Goresan Ilmu
Tidak banyak komandan batalion yang mampu menyeimbangkan lapangan dengan akademik. Tapi Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, melihat sesuatu yang lain dalam sosok Dimar Bahtera.

“Beliau punya gelar doktor, namun tetap ada di medan dan dekat dengan pasukan. Ini bukan sekadar pangkat, ini kepemimpinan modern,” ujarnya mengagumi.

Komando dengan Wajah Kemanusiaan
Dengan gaya kepemimpinan khasnya, Dimar membentangkan pandangannya tentang peran TNI: bukan dominan, tapi totalitas membantu rakyat. Ia menolak dikotomi “militer-sipil” yang selama ini membayangi Aceh pasca-konflik.

“Kalau masyarakat lelah, panggil kami. Kalau mencangkul pun tak kuat, biar kami yang mencangkul. Kami bukan dominasi, kami cadangan terakhir bagi rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyadari betul nilai budaya dan religi masyarakat Aceh. Maka ia berkomitmen menjadikan Syariat Islam bukan hanya dihormati, tapi dihayati sebagai cara hidup di lingkungan Brigif.

Aceh memiliki tiga Batalyon Infanteri di bawah Brigif RK 25/Siwah: Raider 111/Karma Bhakti, Raider 113/Jaya Sakti, dan Raider 114/Satria Musara. Di tengah meningkatnya jumlah pasukan, banyak pihak memandang ada “dominasi militer”. Namun Dimar mengajak melihat dari sisi lain.

“TNI itu alat negara. Kami ada untuk memperkuat, bukan mengambil alih. Kami di sini untuk menjahit kembali apa yang pernah robek, dengan hormat, bukan kekuatan.”

Dengan latar akademik yang tak biasa untuk seorang prajurit tempur, Dimar Bahtera datang bukan membawa strategi perang, tapi peta harapan. Di tengah bayang-bayang sejarah konflik dan keraguan terhadap militer, ia datang membawa sentuhan baru: mengubah kekuatan menjadi perlindungan, dan komando menjadi pengabdian. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG

13 Maret 2026 - 23:56 WIB

Di Bawah Kepemimpinan dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, RSUD Cut Meutia Catat Berbagai Kemajuan Pelayanan Kesehatan

13 Maret 2026 - 19:22 WIB

Dugaan Pembalakan Liar di Hutan Lindung Langkahan, ±200 Hektare Hutan Diduga Digunduli

12 Maret 2026 - 18:39 WIB

DWP PNL Gelar “Ramadhan Berkah”, Salurkan Donasi untuk Anak Yatim, Kaum Dhuafa, dan Fii sabillah.

12 Maret 2026 - 12:29 WIB

Dilandasi Semangat Kolaborasi, PWI Aceh Santuni 51 Anak Yatim

11 Maret 2026 - 21:53 WIB

Trending di Aceh