Menu

Mode Gelap
Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi Fly Ash untuk Pembangunan Berkelanjutan Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara

News

Kemendagri Ajak Daerah Sulawesi Perkuat Pondasi Pembangunan Jangka Menengah

badge-check


					Kemendagri Ajak Daerah Sulawesi Perkuat Pondasi Pembangunan Jangka Menengah Perbesar

Gorontalo, harianpaparazzi.com – Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menekankan pentingnya keselarasan antara perencanaan pembangunan daerah dengan agenda nasional.

Pernyataan ini disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) wilayah Sulawesi, beberapa waktu lalu.

Restuardy mengingatkan, pembangunan daerah harus mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta program prioritas Presiden, agar arah pembangunan selaras dan sinergis.

“Keselarasan ini menjadi kunci agar pembangunan daerah tidak berjalan sendiri, melainkan mendukung visi dan target nasional,” kata Restuardy, dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (21/5).

Ia juga mencermati tren positif indikator makro di Sulawesi, khususnya pertumbuhan ekonomi yang membaik. Namun, tantangan masih ada, seperti angka kemiskinan di Gorontalo dan tingkat pengangguran di Sulawesi Utara yang perlu segera ditangani.

“2025 menjadi momentum penting sebagai titik awal memperkuat pondasi menuju Indonesia Emas 2045. Kita harus memanfaatkan waktu ini untuk memacu percepatan pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis yang wajib dimanfaatkan untuk menyatukan visi, kebijakan, dan prioritas pembangunan antar pemerintah daerah dan pusat.

Namun, Gusnar juga mengingatkan berbagai kendala yang masih harus diatasi, seperti lemahnya hilirisasi produk pertanian, keterbatasan fasilitas penyimpanan hasil panen, serta minimnya konektivitas antarwilayah di Sulawesi.

“Kita tidak boleh hanya fokus pada perencanaan tanpa memastikan implementasi yang nyata di lapangan. Kami berharap Kemendagri tidak hanya hadir di tahap perencanaan, tapi juga aktif mengawal pelaksanaan hasil Musrenbang,” harapnya.

Forum ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar daerah di Sulawesi sekaligus menjadi fondasi penting untuk pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan merata selama lima tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penggerebekan Pagi Buta di Batu Bara, Polisi Amankan Sabu dan Ratusan Plastik Kecil

9 Maret 2026 - 22:02 WIB

Satresnarkoba Amankan 10 Gram Sabu di Tanjung Tiram, Satu Tersangka Ditangkap

9 Maret 2026 - 21:54 WIB

Ekosistem Inklusif Mercu Buana Dorong Prestasi Mahasiswa

7 Maret 2026 - 12:32 WIB

Hangatkan Silaturahmi Ramadan, RSU Mitra Sejati Gelar Buka Puasa Bersama Civitas Hospitalia

6 Maret 2026 - 06:22 WIB

Kajari Batu Bara dan SMSI “Turun ke Jalan”, Takjil Dibagi, Silaturahmi Pun Jadi

5 Maret 2026 - 22:22 WIB

Trending di News