Menu

Mode Gelap
Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Masjid Punteut Kalahkan Seneubok 2–0 di Turnamen Bola Kaki HUT RI ke-80 Forkopimcam Blang Mangat Cup 2025 Hendry Ch Bangun Daftar Calon Ketua Umum PWI, Ajak Semua Anggota Bersatu Majukan PWI

News

Kemendagri Ajak Daerah Sulawesi Perkuat Pondasi Pembangunan Jangka Menengah

badge-check


					Kemendagri Ajak Daerah Sulawesi Perkuat Pondasi Pembangunan Jangka Menengah Perbesar

Gorontalo, harianpaparazzi.com – Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menekankan pentingnya keselarasan antara perencanaan pembangunan daerah dengan agenda nasional.

Pernyataan ini disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) wilayah Sulawesi, beberapa waktu lalu.

Restuardy mengingatkan, pembangunan daerah harus mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta program prioritas Presiden, agar arah pembangunan selaras dan sinergis.

“Keselarasan ini menjadi kunci agar pembangunan daerah tidak berjalan sendiri, melainkan mendukung visi dan target nasional,” kata Restuardy, dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (21/5).

Ia juga mencermati tren positif indikator makro di Sulawesi, khususnya pertumbuhan ekonomi yang membaik. Namun, tantangan masih ada, seperti angka kemiskinan di Gorontalo dan tingkat pengangguran di Sulawesi Utara yang perlu segera ditangani.

“2025 menjadi momentum penting sebagai titik awal memperkuat pondasi menuju Indonesia Emas 2045. Kita harus memanfaatkan waktu ini untuk memacu percepatan pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis yang wajib dimanfaatkan untuk menyatukan visi, kebijakan, dan prioritas pembangunan antar pemerintah daerah dan pusat.

Namun, Gusnar juga mengingatkan berbagai kendala yang masih harus diatasi, seperti lemahnya hilirisasi produk pertanian, keterbatasan fasilitas penyimpanan hasil panen, serta minimnya konektivitas antarwilayah di Sulawesi.

“Kita tidak boleh hanya fokus pada perencanaan tanpa memastikan implementasi yang nyata di lapangan. Kami berharap Kemendagri tidak hanya hadir di tahap perencanaan, tapi juga aktif mengawal pelaksanaan hasil Musrenbang,” harapnya.

Forum ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar daerah di Sulawesi sekaligus menjadi fondasi penting untuk pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan merata selama lima tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Fasilitas Olahraga, Danlanud Husein Sastranegara Resmikan Renovasi Lapangan Beceu Ishaq

29 Agustus 2025 - 13:56 WIB

Edward Aritonang Pimpin Abujapi Jaya 2025–2030, Tegaskan Perjuangan untuk Kesejahteraan Petugas Keamanan

29 Agustus 2025 - 09:01 WIB

Kemendagri Minta Buol Percepat Penyediaan Rumah Layak Huni untuk MBR

28 Agustus 2025 - 13:58 WIB

Kapolda Metro Jaya Ingatkan Personel Humanis Kawal Demo Buruh di DPR

28 Agustus 2025 - 10:03 WIB

Danlanud Husein Sastranegara Resmikan Saung Commando, Perkuat Komunikasi dan Kebersamaan Personel

27 Agustus 2025 - 16:45 WIB

Trending di News