Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Aceh

Kabut Asap Selimuti Aceh Utara, DLHK Belum Miliki Alat Pengukur Kualitas Udara

badge-check

Kabut Asap Selimuti Aceh Utara, DLHK Belum Miliki Alat Pengukur Kualitas Udara Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara. Pantauan lapangan pada Rabu (14/10) menunjukkan jarak pandang di Kota Lhoksukon sekitar 200 meter pada pukul 09.00 WIB. Sementara di Panton Labu, Seunuddon, Sampoiniet, dan Alue Puteh, jarak pandang pada pukul 13.00 WIB berkisar 600 meter.

Sejumlah pengguna jalan, termasuk aparatur sipil negara (ASN), terlihat mengenakan masker saat beraktivitas. Meski demikian, sebagian besar warga Kota Lhoksukon yang ditemui mengatakan belum merasakan dampak kabut asap dan masih beraktivitas seperti biasa.

Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara, Busri Junaidi, ST, mengatakan pihaknya akan meminta bantuan laboratorium Baristand di Banda Aceh untuk mengukur kualitas udara.

Pengukuran diperlukan untuk mengetahui kondisi kualitas udara di wilayah Aceh Utara, termasuk apakah parameter yang diuji masih memenuhi baku mutu atau telah melampaui ambang batas.

Busri menjelaskan, parameter yang akan diperiksa antara lain sulfur dioksida (SO₂), karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), ozon (O₃), hidrokarbon nonmetana (NMHC), partikulat debu, dan timbal (Pb).

Menurut Busri, hasil pengukuran tersebut penting sebagai dasar penyebaran informasi kepada masyarakat agar warga dapat mengantisipasi dampak kabut asap.

“Penurunan kualitas udara jelas berdampak terhadap kesehatan. Kabut asap juga mengganggu jarak pandang pengendara,” ujarnya.

Namun, DLHK Aceh Utara saat ini belum memiliki alat Air Quality System untuk mengukur kualitas udara ambien secara langsung. Busri mengatakan, pihaknya akan mengupayakan pengujian melalui laboratorium Baristand. Proses pengujian diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas Kepala DLHK Aceh Utara, Safiul Fata, ST, mengatakan pihaknya sedang mengusulkan pengadaan alat penguji kualitas udara kepada Kementerian Lingkungan Hidup.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Utara, Samsul Bahri, SKM, MKM, mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker.

Ketentuan mengenai baku mutu udara ambien diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Udara ambien merupakan udara bebas di lapisan troposfer yang memengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup, dan unsur lingkungan lainnya.

Hingga pengukuran kualitas udara dilakukan, kadar pencemar dan status kualitas udara di Aceh Utara belum dapat dipastikan berdasarkan hasil pengujian laboratorium. (FIRDAUS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Satgas Percepatan Pembangunan Aceh Minta APH Kawal Dana Bantuan Rehabilitasi Rumah dan DTH Pascabencana Banjir 2025 di Aceh Singkil

14 Okt 2026 - 12:42 WIB

Satgas Percepatan Pembangunan Aceh Minta APH Kawal Dana Bantuan Rehabilitasi Rumah dan DTH Pascabencana Banjir 2025 di Aceh Singkil

Dari Jurnalis ke Pengusaha, Feri Fernandes Raih JMSI & PWI Awards 2026

12 Okt 2026 - 22:34 WIB

Dari Jurnalis ke Pengusaha, Feri Fernandes Raih JMSI & PWI Awards 2026

Direktur PNL Raih JMSI & PWI Awards 2026, Diapresiasi sebagai Tokoh Pendidikan Vokasi dan Literasi Publik

12 Okt 2026 - 21:17 WIB

Direktur PNL Raih JMSI & PWI Awards 2026, Diapresiasi sebagai Tokoh Pendidikan Vokasi dan Literasi Publik

Polres Lhokseumawe Terima Penghargaan dari JMSI, Apresiasi atas Dedikasi dan Pelayanan kepada Masyarakat

12 Okt 2026 - 21:10 WIB

Polres Lhokseumawe Terima Penghargaan dari JMSI, Apresiasi atas Dedikasi dan Pelayanan kepada Masyarakat

Luapan Krueng Jambo Aye Rendam Dua Gampong di Aceh Utara, Air Mulai Surut

11 Okt 2026 - 10:38 WIB

Luapan Krueng Jambo Aye Rendam Dua Gampong di Aceh Utara, Air Mulai Surut
Trending di Aceh