Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Aceh

Kecamatan Mana Saja Dapat Bantuan Traktor dari Menteri Pertanian Tanaman Pangan

badge-check

Kecamatan Mana Saja Dapat Bantuan Traktor dari Menteri Pertanian Tanaman Pangan Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi – Petani Milenial dari Kecamatan Baktiya Barat, Lhoksukon, dan kecamatan Nisam, diminta harus menjadi contoh bagi kecamatan Lain. Mereka yang tergabung dalam Brigade Pangan (BP) dituntut untuk mampu mengolah peralatan pertanian dalam bentuk traktor dan bantuan sejenisnya dari Kementrian.

Hal tersebut disampaikan kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh Utara Erwandi, SP., M. Si kepada wartawan Paparazi.com di ruang kerjanya Jumat (13/12).

Tegasnya, bantuan diberikan kepada 10 kelompok brigade Pangan ini haruskan menghasilkan keuntungan. Laba bersih tentunya harus berkembang, dengan begitu hasil keuntungan dapat dibelikan ke traktor yang serupa untuk membantu kecamatan lain.

“Untungnya kan 2 juta 1 hari, jadi jangan ada cerita bagi mereka yang menerima bantuan traktor dari mentri tidak dapat untung, Sekarang kalau mereka mengolah sawah 1 hektar maka keuntungan nya 1 juta, itu pasti. Kalau 1 hari kendaraan tersebut mampu beroperasi untuk 2 hektar, maka 2 juta rupiah per hari.”

Tegasnya, bila dihitung perhari mereka brigade Pangan itu mendapatkan laba kotor 1 hektar 1 juta 400 ribu rupiah. Dipotong biaya operasional 400 ribu, seperti BBM, biaya makan dan operator.

“ Ini bukan gratis, petani harus bayar biaya baja sawah. Kalau gratis bagaimana Brigade itu bisa bertahan. Di sini kan pemerintah hanya memfasilitasi.

Diminta bantuan itu jangan diperjual belikan, bila bantuan tersebut dijual maka pihaknya akan melaporkan ke aparat berwajib. Selain itu kendaraan tersebut jangan dibawa ke luar daerah.

Menurutnya bila traktor ini dibawa ke luar Aceh Utara maka sudah barang pasti dijual ke pihak lain. Namun Kalau masih dalam Kabupaten Aceh Utara, kendaraan tersebut beroperasi, masih dapat diterima. Karena Bila 3 kecamatan tersebut telah tuntas membajak seluruh lahan persawahan, maka kecamatan lain dapat menyewanya.

Diakui, mengapa alat tersebut dilarang ke luar kabupaten, karena sejak dirinya menjabat sebagai kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, sepengetahuannya, dinas yang dipimpinnya tidak memiliki asset satu pun dalam bentuk trator 2 roda, 4 roda maupun alat bajak sawah lainnya.

Ketika ditanyai, bagaimana dengan traktor 4 roda yang selama ini menarik sejumlah boat pancing milik nelayan di desa Lhok Puuk, Erwandi mengakui tidak mengetahui hal itu dan bukan milik dinas pertanian tanaman pangan Aceh Utara.

Adapun bantuan untuk 10 BP tesebut terdiri dari traktor roda 2 berjumlah 10 unit, Roda 4 sebanyak 5 unit, Motor combine 9 unit, alat pompa 29 unit, motor tanam padi 3 unit, hand sprayer elektrik 190 unit. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

SPBU 14.244.497 di Aceh Tamiang Diduga Layani Pembelian Solar Menggunakan Jeriken

26 Sep 2026 - 12:32 WIB

SPBU 14.244.497 di Aceh Tamiang Diduga Layani Pembelian Solar Menggunakan Jeriken

Tiga Kendaraan Diduga Terkait “Ninja Sawit” Diserahkan Warga ke Polres Lhokseumawe

25 Sep 2026 - 19:03 WIB

Tiga Kendaraan Diduga Terkait “Ninja Sawit” Diserahkan Warga ke Polres Lhokseumawe

TNI AL Sabet Penghargaan Ganda Pemprov Kepri

25 Sep 2026 - 17:57 WIB

TNI AL Sabet Penghargaan Ganda Pemprov Kepri

Meski Telah Kantongi Putusan Bebas MA, Rido Panjaitan Masih Mendekam di Rutan dan Keluarga Ajukan Penangguhan ke Ketua PN Medan

25 Sep 2026 - 14:08 WIB

Meski Telah Kantongi Putusan Bebas MA, Rido Panjaitan Masih Mendekam di Rutan dan Keluarga Ajukan Penangguhan ke Ketua PN Medan

FPRMI Desak BNN-Mabes Polri Usut Oknum Anggota DPR dan Pejabat Aceh

24 Sep 2026 - 14:09 WIB

FPRMI Desak BNN-Mabes Polri Usut Oknum Anggota DPR dan Pejabat Aceh
Trending di Aceh