Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

News

Kemendagri Perkuat Kapasitas Pemda dalam Perencanaan Pembangunan Kota lewat Bimtek

badge-check


					Kemendagri Perkuat Kapasitas Pemda dalam Perencanaan Pembangunan Kota lewat Bimtek Perbesar

Jakarta, harianpaparazzi.com — Dalam upaya memperkuat kapasitas aparatur pemerintah daerah, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Pembangunan Kota dan Manajemen Proyek.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program National Urban Development Project (NUDP) yang diinisiasi bersama Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, dan World Bank, berlangsung di Hotel Millennium Sirih Jakarta, baru-baru ini.

Bimtek tersebut menjadi langkah konkret dalam pelaksanaan salah satu komponen NUDP, yaitu City Development Planning-Project Management Capacity Development (CDP-PMCD), yang bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah.

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri, Restuardy Daud, menegaskan bahwa, Bimtek ini bertujuan agar aparatur pemerintah daerah memiliki kemampuan lebih baik dalam merencanakan dan mengelola proyek pembangunan kota.

“Kegiatan ini akan memperkuat kompetensi aparatur dalam menyusun rencana pembangunan yang komprehensif, efektif, dan berkelanjutan,” kata Restuardy Daud, dalam keterangannya yang diterima redaksi, Selasa (12/11)..

Selain meningkatkan kapasitas, Bimtek terseut juga diharapkan mampu memperkuat integrasi antara pemangku kepentingan dalam proses perencanaan. Salah satu dampak positif yang diharapkan adalah keselarasan antara perencanaan pembangunan kota dengan kebijakan pembangunan nasional dan daerah.

Restuardy juga menekankan pentingnya instrumen PIMA (Performance Improvement Management Assessment) dan MFSA (Municipal Finance Self-Assessment) dalam memberikan gambaran kapasitas pemerintah daerah.

“Hasil penilaian ini akan menjadi dasar penting bagi penyusunan kebijakan pembangunan jangka menengah dan tahunan di RPJMD serta RKPD kota-kota pilot NUDP,” tambahnya.

Dengan partisipasi 400 peserta dari 13 kota pilot NUDP, pihaknya berharap Bimtek tidak hanya berdampak pada kota-kota tersebut, tetapi juga dapat menjadi model bagi peningkatan kualitas perencanaan dan pembangunan di daerah lain di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi Polisi dan Masyarakat Berbuah Hasil, Pengedar Sabu 2,66 Gram Diciduk di Batu Bara

16 Februari 2026 - 10:42 WIB

Kayu Balok Melintas Mulus, Hukum Terlihat Tertatih di Jalur Medan–Banda Aceh

8 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pendidikan Aceh Tamiang Menjerit, Sekolah Rusak Parah PascabanjirInilah Potret Dunia Pendidikan yang Masih Tertimbun Lumpur

6 Februari 2026 - 23:17 WIB

Polri Turun Tangan Perkuat Ketahanan Pangan, Rakor Bahas Pengawalan Produksi dan Distribusi

6 Februari 2026 - 21:57 WIB

Belum Genap Dua Pekan Menjabat, Kompol Fery Kusnadi Ungkap 30 Kasus Narkoba di Deli Serdang

4 Februari 2026 - 09:33 WIB

Trending di News