Menu

Mode Gelap
Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Masjid Punteut Kalahkan Seneubok 2–0 di Turnamen Bola Kaki HUT RI ke-80 Forkopimcam Blang Mangat Cup 2025 Hendry Ch Bangun Daftar Calon Ketua Umum PWI, Ajak Semua Anggota Bersatu Majukan PWI

Aceh

Harga pangan di Kota Lhokseumawe relatif stabil, beras mengalami sedikit penurunan

badge-check


					Harga pangan di Kota Lhokseumawe relatif stabil, beras mengalami sedikit penurunan Perbesar

Harian Paparazi.com, Lhokseumawe – Harga kebutuhan pangan di pusat pasar kota Lhokseumawe relatif stabil, untuk beras sedikit mengalami penurunan harga, sementara harga cabe rawit terus mengalami kenaikan hingga tembus 60 ri bu rupiah perkilonya di tingkat pedagang eceran.

Alem salah seorang pedagang grosir di pasar inpres kepada wartawan Paparazi.com sabtu ( 14/09) kebutuhan menyebutkan kebutuhan pokok mengalami penurunan harga yakni beras medium dari 2 ratus 12 ribu rupiah menjadi 208 ribu rupiah.

Untuk Cabe Rawit dipusat pasar grosir tersebut masih stabil 40 ribu perkoligram, sedangkan pantauan waratwan harga cabe rawit tembus 60 ribu rupiah di tingkat pedagang eceran dipusat pasar Kota Panton Labu.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Mohammad Rizal, S.Sos, M.S.I, menjelaskan untuk jenis ikan segar hanya ikan Tuna mengalami penurunan dari 40 ribu menjadi 35 ribu rupiah perkilogram atau turun 12 persen,

Sedangkan kebutuhan lainnya seperti gula pasir, minyak goreng curah, tepung terigu, daging sapi, daging sapi beku, telur ayam bawang, Ikan segar, susu, kacang kacangan dan beberapa kebutuhan pokok lainnya, masih relatif sama dengan harga sebelumnya.

Sementara itu, Pj Walikota Lhokseumawe, A Hanan SP. MM,mengungkapkan dari kestabilan harga kebutuhan pokok saat ini akan berdampak kepada inflasi. Karena itu perlu adanya kerja sama dengan daerah guna mengendalikan laju inflasi dari tahun ke tahun.

Program kerjasama ini sebutnya, (KAD). Sebuah program kerja sama pengendalian inflasi daerah, salah satunya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie.

Lanjutnya, sektor utama yang perlu pengendalian, yaitu ketahanan pangan daerah, sektor perdagangan komoditas pertanian, pertanian, dan sektor lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Kami menjalin komunikasi dengan Kabupaten Pidie ini, karena Pidie salah satu penghasil beras dan bawang terbesar nomor 3 di Aceh,” ungkap A Hanan.

A Hanan juga menekankan pentingnya untuk meningkatkan produksi komoditas lokal, memperkuat distribusi pangan, serta memastikan ketersediaan barang-barang pokok di pasaran. Kerja sama ini juga salah satu langkah strategi dalam upaya saling memberikan dukungan potensial yang dimiliki oleh salah satu daerah bagi daerah lainnya yang bersifat menguntungkan.

Sementara itu ketika wartawan ingin memintai keterangan soal inflasi di Kota Lhokseumawe dan sekitarnya, Humas Bank Indonesia tidak memberikan jawaban.

Padahak Pihak Bank Indonesia salah satu Keanggotaan tim pengendal Inflasi daerah (TPID) salah satu instansi selain Biro Perekonomian, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Bulog, BUMD, serta pihak terkait lainnya yang mampu membuka jalan bagi sinergi koordinasi kebijakan dan kegiatan dalam kerangka stabilitas harga. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aceh Jadi Tuan Rumah Peringatan HAM 2025, Sementara Luka Lama Belum Tuntas

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara

28 Agustus 2025 - 22:45 WIB

PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman

27 Agustus 2025 - 23:11 WIB

Bulog Kuasai Pasar Beras: Stok Melimpah, Kualitas dan Harga Jadi Pertanyaan

27 Agustus 2025 - 14:53 WIB

Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi

26 Agustus 2025 - 23:23 WIB

Trending di Aceh