ACEH UTARA, Harianpaparazzi.com – Keluarga seorang korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) mengeluhkan pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) di salah satu rumah sakit milik pemerintah di Kabupaten Aceh Utara. Keluhan tersebut berkaitan dengan respons petugas saat keluarga meminta bantuan untuk mendapatkan penanganan medis bagi korban.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban mengalami luka pada bagian bibir dan wajah akibat kecelakaan lalu lintas. Saat berada di UGD, keluarga mengaku sempat meminta bantuan petugas, namun respons yang diterima dinilai kurang memuaskan.
“Kalau kita lapor minta tolong, paling katanya sabar. ‘Enggak bisa sabar, Bu?’ dengan nada agak tinggi,” ungkap pihak keluarga, Jumat (26/9/2026).
Keluarga menilai respons tersebut tidak sesuai dengan harapan mereka terhadap pelayanan pasien dalam kondisi darurat, terlebih korban mengalami luka yang menyebabkan pendarahan.
Menurut keterangan keluarga, korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan lain di Azura sekitar pukul 02.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Di tempat tersebut, korban akhirnya menjalani tindakan penjahitan pada bagian bibir dan wajah.
“Alhamdulillah sudah dijahit di bibir dan di muka. Lukanya agak dalam sedikit, makanya selalu keluar darah,” kata pihak keluarga.
Keluarga berharap kejadian tersebut menjadi perhatian bagi pengelola rumah sakit agar pelayanan terhadap pasien, khususnya korban kecelakaan lalu lintas, dapat diberikan secara cepat, profesional, dan sesuai dengan prosedur pelayanan kegawatdaruratan.
Pelayanan yang responsif dan komunikasi yang baik dari petugas medis maupun tenaga kesehatan dinilai penting untuk membantu pasien serta keluarga yang sedang menghadapi situasi darurat.
Selain menyampaikan keluhan terkait pelayanan UGD, pihak keluarga juga mengungkapkan sejumlah dugaan lain yang berkaitan dengan rumah sakit tersebut. Namun, informasi mengenai dugaan pembalasan terhadap keluarga wartawan maupun tuduhan dugaan korupsi belum dapat diverifikasi secara independen. Oleh karena itu, diperlukan bukti pendukung serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait sebelum informasi tersebut dapat dipastikan kebenarannya.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak manajemen rumah sakit mengenai keluhan pelayanan yang disampaikan keluarga korban. Konfirmasi dari pihak rumah sakit masih diperlukan untuk mendapatkan penjelasan berimbang mengenai kronologi kejadian dan prosedur penanganan pasien saat itu.
(Tri Nugroho Panggabean)





