Menu

Otomatis
Breaking News

Headline

Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga

badge-check

Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Perbesar

Kuala Simpang, Harianpaparazzi.com — Dua bulan setelah banjir besar melanda Aceh Tamiang, jerit warga belum benar-benar reda. Di Kampung Perdamaian, Kuala Simpang, lumpur yang mengering, tumpukan sampah rumah tangga, dan perabot rusak masih mengurung permukiman padat penduduk, membuat lingkungan jauh dari kata layak huni.

Pantauan di lapangan menunjukkan, lorong-lorong sempit di kawasan tersebut belum sepenuhnya pulih. Kasur, lemari kayu, kursi, pakaian, hingga puing rumah tangga rusak masih berserakan di depan rumah warga. Lumpur kecokelatan menempel di dinding dan lantai rumah, menyisakan aroma tak sedap dan potensi gangguan kesehatan.

Aktivitas warga pun berjalan terbatas. Sebagian terlihat menjemur pakaian di pagar rumah, sementara anak-anak melintas di gang-gang yang belum sepenuhnya bersih. Pembersihan lingkungan masih banyak mengandalkan swadaya masyarakat, dibantu relawan dan aparat setempat, namun belum mampu mengembalikan kondisi permukiman seperti sebelum banjir.

Foto: Kondisi rumah warga kualasimpang 2 bulan pasca banjir.

Kepala Dusun Kenangan, Desa Perdamaian, Syahrial, mengakui sisa lumpur dan sampah yang menumpuk menimbulkan kekhawatiran serius, terutama bagi anak-anak dan lansia. Bau menyengat masih tercium, khususnya saat cuaca panas, yang dikhawatirkan memicu penyakit pascabanjir.

Masalah lain yang belum teratasi adalah keterbatasan air bersih. Pasokan air PDAM masih mengalir pada jam-jam tertentu dan belum mencukupi kebutuhan warga untuk membersihkan rumah. Kondisi ini memaksa sebagian warga menunda pembersihan, bahkan tidak memiliki pilihan selain buang air besar sembarangan karena rumah dan MCK belum layak digunakan.

Data mencatat, Desa Sriwijaya dihuni 928 kepala keluarga atau 3.092 jiwa, sementara Kampung Perdamaian tercatat 628 kepala keluarga, dan Kota Lintang juga mengalami dampak cukup parah. Di tengah jumlah warga yang besar itu, bantuan yang diterima sejauh ini masih didominasi beras, sementara kebutuhan lain seperti telur, minyak goreng, sabun mandi, odol, kelambu, hingga alat kerja seperti cangkul dan sekop dinilai belum mencukupi.

Seketaris Desa Sriwijaya, Rio mengatakan, pihaknya membutuhkan WC figer glass, karena terdapat kamar mandi rumah penduduk mengalami kerusakan. “ kita butuh wc figer glass, untuk kita tempatkan di lorong-lorong rumah. Begitu juga pasokan air bersih, karena pasokan air dari PDAM dalam satu hari hanya 1 hingga 2 jam. Selain itu, air PDAM juga masih keruh. ”

Dia menyebutkan, keterbatasan alat berat dan sarana pendukung menjadi kendala utama pembersihan pascabanjir. Lorong-lorong sempit di permukiman padat membutuhkan alat berat berukuran kecil, bukan alat konvensional yang hanya bisa beroperasi di jalan utama.

Memasuki tanggap darurat keempat, warga berharap penanganan pascabencana tidak berhenti pada distribusi logistik awal. Mereka mendesak percepatan pembersihan lingkungan, penyediaan MCK portable berbahan fiber glass, tambahan pasokan air bersih, serta kejelasan bantuan lanjutan bagi rumah yang rusak ringan, sedang, maupun berat. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Haiqal Laporkan Dua Oknum TNI ke Denpom, PWI Lhokseumawe Siapkan Delapan Pengacara

31 Agu 2026 - 22:46 WIB

Haiqal Laporkan Dua Oknum TNI ke Denpom, PWI Lhokseumawe Siapkan Delapan Pengacara

JMSI Sesalkan Insiden di Tanah Luas yang Menimpa Bendahara JMSI Aceh Utara-Lhokseumawe, Libatkan Dua Prajurit TNI AD

29 Agu 2026 - 23:14 WIB

JMSI Sesalkan Insiden di Tanah Luas yang Menimpa Bendahara JMSI Aceh Utara-Lhokseumawe, Libatkan Dua Prajurit TNI AD

PWI Kecam Danramil Tanah Luas, Jangan Pakai Cara-cara Lama untuk Bela Anak Buah

28 Agu 2026 - 09:27 WIB

PWI Kecam Danramil Tanah Luas, Jangan Pakai Cara-cara Lama untuk Bela Anak Buah

Pemasok Sabu Desa Sekip Teridentifikasi, Jajaran Polres Bergerak Kejar Pelaku

27 Agu 2026 - 08:46 WIB

Pemasok Sabu Desa Sekip Teridentifikasi, Jajaran Polres Bergerak Kejar Pelaku

Tanggul Sungai Sigeaon Pedestrian, 32 Pedagang Pertanyakan Nasib Investasi

24 Agu 2026 - 20:59 WIB

Tanggul Sungai Sigeaon Pedestrian, 32 Pedagang Pertanyakan Nasib Investasi
Trending di Headline