Menu

Mode Gelap
Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat

Aceh

Warga Atu Gajah Desak Kapolres Baru Tindak Tegas Kepala Inspektorat dan Camat Bebesen: “Bongkar ATM Berjalan di Gampong Kami!”

badge-check


					Warga Atu Gajah Desak Kapolres Baru Tindak Tegas Kepala Inspektorat dan Camat Bebesen: “Bongkar ATM Berjalan di Gampong Kami!” Perbesar

ACEH TENGAH, Harianpaparazzi.com – sabtu 2 Agustus 2025. Masyarakat Kampung Atu Gajah, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, mendesak Kapolres Aceh Tengah yang baru, AKBP M. Taufik, untuk segera bertindak tegas terhadap dugaan praktik penyalahgunaan wewenang yang melibatkan Kepala Inspektorat Aceh Tengah dan Camat Bebesen.

Warga menduga kedua pejabat tersebut turut memfasilitasi dan melindungi praktik korupsi oleh oknum Reje (kepala desa) Atu Gajah, yang selama ini disebut warga sebagai “ATM berjalan” — istilah untuk menyoroti dugaan manipulasi anggaran dan pemalsuan dokumen demi keuntungan pribadi.

“Kami minta Bapak Kapolres AKBP M. Taufik menunjukkan ketegasan dalam penegakan hukum. Jangan beri ruang kepada pejabat yang justru jadi pelindung korupsi. Ini bukan lagi persoalan kampung, tapi soal moral dan keadilan,” tegas perwakilan warga dalam pernyataan tertulis.

Warga menyebut ada indikasi pemalsuan tanda tangan dalam dokumen-dokumen resmi desa yang digunakan untuk pencairan dana. Parahnya, tindakan itu dilakukan tanpa sepengetahuan pihak yang namanya dicatut.

“Pemalsuan tanda tangan itu kejahatan serius. Kami ingin penyidik membongkar aktor-aktor di balik praktik busuk ini. Jangan berhenti di Reje saja, tapi juga siapa yang menyokong dari belakang layar,” lanjut warga.

Desakan tidak hanya ditujukan kepada Polres Aceh Tengah, namun juga kepada Kajari Aceh Tengah, Kapolda Aceh, dan Kajati Aceh agar segera mengusut tuntas kasus ini. Masyarakat menyatakan bahwa kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan pemerintahan desa berada di titik nadir.

“Kalau Camat dan Inspektorat diduga ikut main mata, lalu siapa yang akan mengawasi? Kami tidak ingin institusi pemerintah jadi alat pembenaran kejahatan,” tambah mereka.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Inspektorat Aceh Tengah maupun Camat Bebesen. Pihak Polres Aceh Tengah di bawah komando AKBP M. Taufik juga belum mengeluarkan pernyataan publik terkait tuntutan warga tersebut.

Kasus ini memperpanjang daftar persoalan tata kelola dana desa di Aceh Tengah. Masyarakat Kampung Atu Gajah berharap, di bawah kepemimpinan Kapolres yang baru, penegakan hukum tidak berhenti di permukaan — tetapi menggali hingga ke akar-akarnya, demi keadilan dan integritas pelayanan publik di tingkat gampong.( tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Negara Masuk Hutan Aceh: Satgas PKH Ambil Alih Kawasan Pasca Izin Lima Perusahaan Dicabut

28 Januari 2026 - 22:56 WIB

Bawa 50,7 Kilogram Ganja, Dua Pria di Aceh Tenggara Ditangkap Polisi 

28 Januari 2026 - 07:50 WIB

Pemkab Aceh Utara Gandeng Media PASESATU Salurkan Tenda dan Tangki Air untuk Korban Banjir Bandang

27 Januari 2026 - 23:27 WIB

Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Apresiasi Kapolres Lhokseumawe atas Bantuan Kemanusiaan Pasca Banjir

27 Januari 2026 - 16:08 WIB

LBH Iskandar Muda Aceh Minta Kajati Turun Tangan, Dugaan Masalah PEMA Dikunci ke UU Tipikor dan Perbendaharaan Negara

26 Januari 2026 - 13:04 WIB

Trending di Aceh