Menu

Mode Gelap
Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat

Aceh

Warga Aceh Tamiang Tewas Dikeroyok di Malaysia, DPRK Desak KBRI Ambil Langkah Tegas

badge-check


					Warga Aceh Tamiang Tewas Dikeroyok di Malaysia, DPRK Desak KBRI Ambil Langkah Tegas Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com — Seorang warga Indonesia asal Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Syahrul Ramadhan (34), tewas tragis usai dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di Penang, Malaysia, Sabtu (2/8/2025). Video detik-detik pengeroyokan tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial dan menuai kemarahan publik, khususnya masyarakat Aceh.

Syahrul yang diketahui berasal dari Desa Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, meregang nyawa dalam peristiwa yang disebut-sebut sebagai tindakan brutal dan tidak manusiawi. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari otoritas Malaysia mengenai motif pengeroyokan tersebut, namun masyarakat menuntut kejelasan dan keadilan.

Merespons kejadian tersebut, Anggota DPRK Aceh Utara dari Fraksi NasDem, Zubir HT, mengecam keras aksi main hakim sendiri yang menyebabkan hilangnya nyawa warga negara Indonesia di negeri jiran itu.

“Saya pribadi sangat prihatin melihat video penganiayaan yang viral itu. Seorang warga Aceh dianiaya ramai-ramai hingga meninggal dunia. Bila memang almarhum memiliki kesalahan, seharusnya diproses secara hukum, bukan dianiaya secara brutal. Ini jelas bentuk kelalaian dari kepolisian Malaysia,” tegas Zubir.

Zubir HT juga mengajak seluruh elemen masyarakat, para tokoh, hingga pejabat publik di Aceh untuk bersuara lantang mengutuk peristiwa tersebut. Ia menekankan pentingnya solidaritas dan tekanan moral dari para elit politik agar pemerintah dan Kerajaan Malaysia merespons secara serius.

“Aceh dan Malaysia memiliki sejarah hubungan erat selama berabad-abad. Apalagi, puluhan ribu warga Aceh merantau ke sana demi memperbaiki taraf ekonomi keluarga. Maka, kejadian seperti ini tidak bisa dianggap remeh,” ujarnya.

Zubir juga mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia agar segera turun tangan, melakukan investigasi menyeluruh, serta mendampingi proses hukum untuk memastikan keadilan bagi keluarga korban.

Kejadian ini menambah deretan persoalan perlindungan terhadap WNI di luar negeri, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Dalam konteks sosial, peristiwa ini menimbulkan trauma kolektif, rasa cemas, serta tekanan psikologis bagi keluarga korban dan komunitas perantau Aceh di Malaysia. Dari sisi hukum dan diplomasi, hal ini menjadi ujian serius bagi pemerintah Indonesia dalam memastikan setiap warganya mendapat perlindungan hukum yang adil.

Dari perspektif ekonomi, insiden ini juga bisa berimplikasi terhadap minat masyarakat Aceh untuk mencari peruntungan di Malaysia yang selama ini menjadi salah satu tujuan migrasi kerja terbesar. Jika tidak segera direspons secara serius oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia, dikhawatirkan akan muncul gejolak sosial di tingkat akar rumput, terutama di daerah asal korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KBRI Kuala Lumpur maupun dari aparat penegak hukum Malaysia. Pihak keluarga di Aceh Tamiang berharap agar jenazah Syahrul Ramadhan bisa segera dipulangkan dan pelaku pengeroyokan segera ditangkap serta diadili secara adil. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Negara Masuk Hutan Aceh: Satgas PKH Ambil Alih Kawasan Pasca Izin Lima Perusahaan Dicabut

28 Januari 2026 - 22:56 WIB

Bawa 50,7 Kilogram Ganja, Dua Pria di Aceh Tenggara Ditangkap Polisi 

28 Januari 2026 - 07:50 WIB

Pemkab Aceh Utara Gandeng Media PASESATU Salurkan Tenda dan Tangki Air untuk Korban Banjir Bandang

27 Januari 2026 - 23:27 WIB

Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Apresiasi Kapolres Lhokseumawe atas Bantuan Kemanusiaan Pasca Banjir

27 Januari 2026 - 16:08 WIB

LBH Iskandar Muda Aceh Minta Kajati Turun Tangan, Dugaan Masalah PEMA Dikunci ke UU Tipikor dan Perbendaharaan Negara

26 Januari 2026 - 13:04 WIB

Trending di Aceh