Menu

Mode Gelap
RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah Empat Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditahan di Rutan Militer Berkeamanan Tinggi

News

Saraswati Smarana: Perayaan Sakral di Melbourne Mengenang Dewi Ilmu Pengetahuan, Tradisi, dan Kreativitas

badge-check


					Saraswati Smarana: Perayaan Sakral di Melbourne Mengenang Dewi Ilmu Pengetahuan, Tradisi, dan Kreativitas Perbesar

Melbourne, harianpaparazzi.com — Suasana sakral menyelimuti Gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne pada Sabtu, 7 September 2025.

Masyarakat Bali, mahasiswa, dan komunitas lokal berkumpul dalam perayaan Saraswati Smarana, sebuah acara untuk mengenang Dewi Saraswati—dewi kebijaksanaan, ilmu pengetahuan, dan seni.

Dalam tradisi Bali, Saraswati diyakini sebagai perwujudan pengetahuan yang menjadi pondasi lahirnya kreativitas, inovasi, dan pertumbuhan spiritual.

Perayaan kali ini menghadirkan doa pembuka, alunan selonding dan suling sakuhachi, serta refleksi budaya yang memadukan tradisi dan inovasi.

Musisi Bali, Yande King, berbagi perjalanan musiknya yang berakar pada tradisi Bali hingga menciptakan karya baru berjudul Tari Puspa Banksia, terinspirasi oleh flora khas Australia.

Sementara itu, Jeremy Dullard, musisi Australia yang jatuh cinta pada gamelan Bali, memperkenalkan kelompok Ready New Gang memadukan gender wayang dengan drum dan double bass, menciptakan harmoni unik lintas budaya.

Kebersamaan semakin terasa saat penonton diajak berpartisipasi dalam sesi kecak interaktif.

Sebelumnya, tiga tarian Bali—Topeng Keras, Jauk Manis, dan Tari Condong menyuguhkan drama, energi, dan keanggunan khas seni Bali.

Acara ditutup dengan meditasi bersama Bunda Arsaningsih, pendiri Soul Reflection dan Soul Meter, yang mengajak peserta menemukan kenyamanan batin sekaligus melepaskan emosi.

Konjen RI Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetya, menyampaikan apresiasi kepada komunitas Bali yang terus menjaga tradisi sekaligus menghadirkan nilai kedamaian di Melbourne.

Ketua Anandam Graha, Eka Poedidjono, berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan.

“Tradisi dan inovasi berpadu, semoga terus menjadi jembatan budaya di Melbourne,” ujarnya.

Diselenggarakan oleh Anandam Graha dengan dukungan KJRI Melbourne, Gamelan Dananda, Sapta Nugraha, serta komunitas lokal, Saraswati Smarana bukan sekadar perayaan budaya.

Ia menjadi pengingat bahwa pengetahuan tidak hanya intelektual, melainkan juga kekuatan spiritual yang menyatukan komunitas, memperkuat kreativitas, dan menuntun pertumbuhan lintas generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Jum’at Berkah di Dolok Pop, Satresnarkoba Berbagi dan Edukasi Bahaya Narkoba

10 April 2026 - 16:05 WIB

Besok Aksi Warga Podomoro Deli Medan, Tuntut Kejelasan Sertifikat dan Lonjakan IPL

8 April 2026 - 23:00 WIB

Lebih dari Sekadar Profit, Rudianto Ajak Warga Brohol Bangun Masa Depan

8 April 2026 - 22:54 WIB

Ikut INSIS di Turki, FAI UMTS Sinergikan Kegiatan Ilmiah dengan Penguatan Spiritual

7 April 2026 - 18:36 WIB

Kasus Narkoba Terbongkar di Bahorok, Kapolres Langkat Dorong Masyarakat Manfaatkan 110

1 April 2026 - 17:00 WIB

Trending di Kriminal