Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

News

Saraswati Smarana: Perayaan Sakral di Melbourne Mengenang Dewi Ilmu Pengetahuan, Tradisi, dan Kreativitas

badge-check


					Saraswati Smarana: Perayaan Sakral di Melbourne Mengenang Dewi Ilmu Pengetahuan, Tradisi, dan Kreativitas Perbesar

Melbourne, harianpaparazzi.com — Suasana sakral menyelimuti Gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne pada Sabtu, 7 September 2025.

Masyarakat Bali, mahasiswa, dan komunitas lokal berkumpul dalam perayaan Saraswati Smarana, sebuah acara untuk mengenang Dewi Saraswati—dewi kebijaksanaan, ilmu pengetahuan, dan seni.

Dalam tradisi Bali, Saraswati diyakini sebagai perwujudan pengetahuan yang menjadi pondasi lahirnya kreativitas, inovasi, dan pertumbuhan spiritual.

Perayaan kali ini menghadirkan doa pembuka, alunan selonding dan suling sakuhachi, serta refleksi budaya yang memadukan tradisi dan inovasi.

Musisi Bali, Yande King, berbagi perjalanan musiknya yang berakar pada tradisi Bali hingga menciptakan karya baru berjudul Tari Puspa Banksia, terinspirasi oleh flora khas Australia.

Sementara itu, Jeremy Dullard, musisi Australia yang jatuh cinta pada gamelan Bali, memperkenalkan kelompok Ready New Gang memadukan gender wayang dengan drum dan double bass, menciptakan harmoni unik lintas budaya.

Kebersamaan semakin terasa saat penonton diajak berpartisipasi dalam sesi kecak interaktif.

Sebelumnya, tiga tarian Bali—Topeng Keras, Jauk Manis, dan Tari Condong menyuguhkan drama, energi, dan keanggunan khas seni Bali.

Acara ditutup dengan meditasi bersama Bunda Arsaningsih, pendiri Soul Reflection dan Soul Meter, yang mengajak peserta menemukan kenyamanan batin sekaligus melepaskan emosi.

Konjen RI Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetya, menyampaikan apresiasi kepada komunitas Bali yang terus menjaga tradisi sekaligus menghadirkan nilai kedamaian di Melbourne.

Ketua Anandam Graha, Eka Poedidjono, berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan.

“Tradisi dan inovasi berpadu, semoga terus menjadi jembatan budaya di Melbourne,” ujarnya.

Diselenggarakan oleh Anandam Graha dengan dukungan KJRI Melbourne, Gamelan Dananda, Sapta Nugraha, serta komunitas lokal, Saraswati Smarana bukan sekadar perayaan budaya.

Ia menjadi pengingat bahwa pengetahuan tidak hanya intelektual, melainkan juga kekuatan spiritual yang menyatukan komunitas, memperkuat kreativitas, dan menuntun pertumbuhan lintas generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkara Sabu dan Ekstasi Puluhan Kilogram Disidangkan, Dua Terdakwa Dituntut Pidana Mati

25 Februari 2026 - 12:48 WIB

Bendung Tanjung Muda Tersumbat Sedimentasi, Bupati Batu Bara Ambil Langkah Cepat

24 Februari 2026 - 20:49 WIB

Tas Gunung dan Koper Pink Berisi 21.142 Gram Sabu Disergap di Lubuk Pakam, Dua Pria Diamankan

22 Februari 2026 - 08:55 WIB

Satresnarkoba Batu Bara Amankan 2,45 Gram Sabu di Mangkai Baru, Satu Orang Ditangkap

21 Februari 2026 - 19:25 WIB

Jelang Ramadhan, PLN Diminta Jaga Stabilitas Listrik Tanpa Pemadaman

19 Februari 2026 - 21:17 WIB

Trending di News