Menu

Mode Gelap
Empat Rumah di Sipoholon Hangus Terbakar, Wabup Taput Langsung Tinjau Lokasi Komisi C DPRD Taput Sikapi Keresahan Warga  Seputar Status Desil, BPJS Agar Lebih Cermat Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap Pria di Biru-Biru, Sita Sabu 5,79 Gram PWI Bonapasogit Mekar, Edward Sinaga Pimpin PWI Toba dan Tumpal Sijabat Ketua PWI Samosir Empat Paket Sabu Disita, Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Warga Pantai Labu Polres Taput Sita 112 Paket Ganja, 2 Kurir Turut Diamankan 

News

Pemerintah Fokus Tingkatkan Cakupan Vaksin Polio, Percepatan Penanggulangan TBC, dan Penurunan Stunting di 6 Provinsi Wilayah Papua

badge-check

Pemerintah Fokus Tingkatkan Cakupan Vaksin Polio, Percepatan Penanggulangan TBC, dan Penurunan Stunting di 6 Provinsi Wilayah Papua Perbesar

Kota Sorong, harianpaparazzi.com — Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Restuardy Daud, melakukan kunjungan lapangan dan hadir pada rapat koordinasi terkait percepatan peningkatan cakupan vaksin polio, penanggulangan tuberkulosis (TB), dan stunting di enam provinsi wilayah Papua, Senin (30/9/2024) di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Rapat koordinasi yang berlangsung secara hybrid ini dipimpin oleh Menko Bidang PMK dan dihadiri oleh lintas sektor kementerian/lembaga, meliputi Kemenko Bidang PMK, Dirjen P2P Kemenkes beserta jajaran, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Setwapres, Sestama BKKBN dan Direktur KGM Bappenas serta Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Wilayah Papua.

Dalam rapat ini, Restuardy Daud menekankan pentingnya memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai dan berkelanjutan, termasuk pembiayaan, tenaga kesehatan, vaksin, dan logistik, untuk mendukung percepatan vaksin polio secara efektif dan efisien.

“Untuk daerah yang tidak berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), langkah pencegahan dapat dianggarkan dalam APBD dengan melakukan pergeseran anggaran melalui perubahan Peraturan Kepala Daerah (Perkada),” ungkap Restuardy.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar sektor dalam upaya penanggulangan TBC dan perlunya advokasi kepada tokoh agama, organisasi profesi, dan satuan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dan penanggulangan TBC.

“Upaya penanggulangan TBC diharapkan dilakukan secara tematik dengan melibatkan berbagai sektor untuk mempercepat pencapaian target, termasuk penemuan kasus dan inisiasi pengobatan,” tambahnya.

Selanjutnya terkait dengan progres pelaksanaan aksi konvergensi diharapkan dapat mencapai 100%, terutama di Kabupaten Intan Jaya, Manokwari, dan Manokwari Selatan. Untuk Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan diharapkan melaksanakan Penilaian Kinerja tahun 2024 selambat-lambatnya pada bulan Oktober 2024.

Melalui rapat koordinasi ini, Kemendagri berharap bahwa semua pihak berkomitmen untuk meningkatkan cakupan vaksin polio, mempercepat penanggulangan tuberkulosis, dan menurunkan stunting di 6 Provinsi dan Kabupaten/Kota Wilayah Papua.

Pemerintah berharap keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kebijakan dari pemerintah pusat, tetapi juga pada peran aktif dari pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat untuk mencapai hasil yang optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Patroli Sambil Berbagi, Satlantas Polres Batu Bara Salurkan Sembako kepada Masyarakat yang Membutuhkan

5 Juli 2026 - 15:08 WIB

Farianda: Pengurus PWI Diamanatkan Melayani Anggota, Bukan Hanya Mau Dilayani

5 Juli 2026 - 10:32 WIB

Perkuat Pengawasan Dana Desa, Jaksa Agung RI Dorong Kejati dan Kejari Gandeng SMSI

4 Juli 2026 - 12:16 WIB

Di Momen 80 Tahun Deli Serdang dan Bhayangkara, Bupati Hadiahkan Ferry Kusnadi Penghargaan

2 Juli 2026 - 12:39 WIB

Assasin FC Hadirkan Turnamen Usia Dini, Saktiawan Sinaga Buka Jalan Lahirnya Bintang Baru Sepak Bola Sumut

2 Juli 2026 - 12:31 WIB

Trending di News