Menu

Mode Gelap
Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Masjid Punteut Kalahkan Seneubok 2–0 di Turnamen Bola Kaki HUT RI ke-80 Forkopimcam Blang Mangat Cup 2025 Hendry Ch Bangun Daftar Calon Ketua Umum PWI, Ajak Semua Anggota Bersatu Majukan PWI

News

Kepala NFA: Semangat Kita Adalah Swasembada

badge-check


					Kepala NFA: Semangat Kita Adalah Swasembada Perbesar

JAKARTA, harianpaparazzi.com — Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi mendorong pemenuhan pangan dalam negeri melalui percepatan swasembada.

Langkah ini penting dilakukan untuk memperkuat kemandirian bangsa sekaligus mengimplementasikan visi Presiden Prabowo Subianto sesuai yang tertuang di dalam Asta Cita.

Dengan demikian, Arief mengaku optimis tahun 2025 mendatang Indonesia mampu memenuhi pangan dalam negeri tanpa harus bergantung pada kebijakan impor.

“Tentunya semangat kita adalah swasembada. Jadi Bapak Presiden mengarahkan agar produksi dalam negeri sebanyak-banyaknya. Karena itu, tahun 2025 kita optimis tidak impor. Tidak ada impor beras kecuali beras khusus (seperti beras basmati). Tidak ada impor gula konsumsi, kemudian kita juga tidak impor garam,” ujar Arief, Rabu (18/12/2024).

Lebih lanjut Arief menjelaskan, saat ini terdapat sejumlah komoditas yang sudah memadai untuk pemenuhan pangan dalam negeri. Di antaranya adalah daging ayam, bawang merah, telur, dan juga cabai.

“Itu semua sudah sufficient, artinya kita tidak impor. Jadi tidak semua komoditas pangan strategis itu impor,” katanya.

Berikutnya, kata Arief, NFA juga telah menugasi Bulog untuk melakukan penyerapan hasil produksi dalam negeri. Hal ini sesuai dengan perintah Presiden Prabowo agar semua hasil panen petani dapat terserap secara baik.

“Perintah Bapak Presiden semua produksi harus diserap sehingga jangan sampai produksi yang sudah baik ini turun akibat produknya tidak terserap. Yang lain adalah Cadangan Pangan Pemerintah yang diatur berdasarkan Perpres 125 tahun 2022 dalam kondisi cukup,” katanya.

Untuk diketahui, Cadangan Beras Pemerintah atau CBP dalam kondisi cukup besar atau saat ini berada di angka 1,7 juta ton. Dengan stok yang ada ini, masyarakat tak perlu khawatir dengan kondisi perberasan nasional.

“Bapak Presiden sudah mengatakan tahun ini stok kita terbaik jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, di tahun 2025 kita akan stop impor beras. Ini perintah Bapak Presiden, semangatnya swasembada. Benar-benar harus mampu mandiri pangan,” katanya.

Sementara itu, NFA juga terus berupaya menjaga stabilitas harga agar tetap stabil baik harga di tingkat konsumen maupun produsen. Keseimbangan ini perlu dilakukan untuk menumbuhkan daya beli masyarakat sehingga inflasi dapat terkendali.

“Harus ada keseimbangan di tingkat produsen dan konsumen. Jadi Margin di tingkat petani peternak ini harus cukup/baik. Jadi jangan sampai ada yang buang-buang ayam, telur, atau cabai karena harganya sangat jatuh pada saat panen. Buat kami menjaga harga wajar di produsen dan konsumen ini mutlak. Jangan sampai kita jaga harga di hilir tapi itu di bawah HPP petani,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Fasilitas Olahraga, Danlanud Husein Sastranegara Resmikan Renovasi Lapangan Beceu Ishaq

29 Agustus 2025 - 13:56 WIB

Edward Aritonang Pimpin Abujapi Jaya 2025–2030, Tegaskan Perjuangan untuk Kesejahteraan Petugas Keamanan

29 Agustus 2025 - 09:01 WIB

Kemendagri Minta Buol Percepat Penyediaan Rumah Layak Huni untuk MBR

28 Agustus 2025 - 13:58 WIB

Kapolda Metro Jaya Ingatkan Personel Humanis Kawal Demo Buruh di DPR

28 Agustus 2025 - 10:03 WIB

Danlanud Husein Sastranegara Resmikan Saung Commando, Perkuat Komunikasi dan Kebersamaan Personel

27 Agustus 2025 - 16:45 WIB

Trending di News