Menu

Mode Gelap
Akhmad Munir Terpilih Jadi Ketum PWI Pusat 2025-2030, Akhiri Dualisme Organisasi Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Masjid Punteut Kalahkan Seneubok 2–0 di Turnamen Bola Kaki HUT RI ke-80 Forkopimcam Blang Mangat Cup 2025

News

Guru Besar IPB Minta Program Pompanisasi Digaungkan Lebih Masif

badge-check


					Guru Besar IPB Minta Program Pompanisasi Digaungkan Lebih Masif Perbesar

BOGOR, harianpaparazzi.com — Guru Besar IPB University Prof. Edi Santosa meminta pemerintah untuk memasifkan program pompanisasi.

Edi menilai program pompanisasi harus dilakukan secara cepat sehingga bisa menjadi solusi atas keluhan petani yang menghadapi kekeringan panjang akibat el nino parah sepanjang sejarah.

Bagaimanapun juga, menurut Edi, air adalah bagian penting dalam melakukan produksi padi.

“Saya kira program pompanisasi ini perlu digaungkan agar lebih masif lagi. Bagi petani, air dan benih adalah komponen utama yang harus tersedia. Jadi apa yang dilakukan pemerintah sudah baik dalam merespon keluhan petani,” ujar Edi, saat dihubungi via telepon, Kamis, 22 Agustus 2024.

Lebih lanjut Edi menyebutkan, ketersediaan pangan harus dijaga bersama agar nantinya Indonesia mampu mewujudkan swasembada hingga menjadi lumbung pangan dunia.

Karena itu, program pompa adalah upaya solutif pemerintah yang terbukti mampu mendongkrak produksi di tengah iklim ekstrim el nino.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sinyal positif akan terjadi kenaikan produksi terus menguat. Bahkan dalam Survei Kerangka Sampel Area (KSA) amatan Juni 2024, proyeksi jumlah produksi beras di Agustus dapat mencapai 2,66 juta ton dan pada September semakin meningkat menjadi 2,96 juta ton. Total produksi Agustus – September tahun ini mencapai 5,62 juta ton, meningkat 11,5 persen bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 5,04 juta ton.

Edi mengatakan, sinyal positif tersebut harus dijaga bersama sebagai kekuatan utama dalam membangun pangan ke depan. Dukungan dari berbagai pihak mutlak diberikan untuk kepentingan bangsa yang kini tengah menghadapi ancaman darurat pangan.

“Optimisme yang saat ini digaungkan pemerintah harus kita jaga agar kondisi pangan aman dan tidak berdampak pada hal lain,” katanya.

Edi menambahkan pompanisasi merupakan kebijakan cerdas yang selama ini ditungu-tunggu dan menjadi harapan petani. Sebagai informasi, total pompanisasi yang sudah termanfaatkan di seluruh Indonesia kurang lebih mencapai 20.559 unit atau seluas 582.528 hektar pompanisasi yang sudah terealisasikan. Angka sebanyak itu kemungkinan akan bertambah seiring permintaan kepala daerah di seluruh Indonesia.

“Ini langkah yang sangat cerdas karena kalau kita mau membuat sawah baru prosesnya sangat lama. Tapi dengan pompanisasi kita bisa melakukan tanam bahkan sampai 3 kali dalam setahun sehingga produksi kita tetap terjaga,” jelasnya.

Diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah fokus pada peningkatan produksi dua komoditas utama masing-masing beras dan jagung. Selain melaksanakan percepatan pompanisasi, Kementan juga telah menambah alokasi pupuk bersubsidi dari yang sebelumnya 4,5 juta ton menjadi 9,5 juta ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolri dan Panglima TNI Siapkan Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis, Pastikan Pemulihan Keamanan Nasional

30 Agustus 2025 - 20:52 WIB

Akhmad Munir Terpilih Jadi Ketum PWI Pusat 2025-2030, Akhiri Dualisme Organisasi

30 Agustus 2025 - 20:12 WIB

Kemendagri: Penanggulangan Bencana Harus Jadi Bagian dari Strategi Pembangunan

30 Agustus 2025 - 18:15 WIB

Asosiasi Nazhir Indonesia: Wakaf Bukan Sekadar Donasi, Tapi Solusi Masalah Sosial

30 Agustus 2025 - 12:39 WIB

Tingkatkan Fasilitas Olahraga, Danlanud Husein Sastranegara Resmikan Renovasi Lapangan Beceu Ishaq

29 Agustus 2025 - 13:56 WIB

Trending di News