Menu

Mode Gelap
Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi Fly Ash untuk Pembangunan Berkelanjutan Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh

News

Guru Besar IPB Minta Program Pompanisasi Digaungkan Lebih Masif

badge-check


					Guru Besar IPB Minta Program Pompanisasi Digaungkan Lebih Masif Perbesar

BOGOR, harianpaparazzi.com — Guru Besar IPB University Prof. Edi Santosa meminta pemerintah untuk memasifkan program pompanisasi.

Edi menilai program pompanisasi harus dilakukan secara cepat sehingga bisa menjadi solusi atas keluhan petani yang menghadapi kekeringan panjang akibat el nino parah sepanjang sejarah.

Bagaimanapun juga, menurut Edi, air adalah bagian penting dalam melakukan produksi padi.

“Saya kira program pompanisasi ini perlu digaungkan agar lebih masif lagi. Bagi petani, air dan benih adalah komponen utama yang harus tersedia. Jadi apa yang dilakukan pemerintah sudah baik dalam merespon keluhan petani,” ujar Edi, saat dihubungi via telepon, Kamis, 22 Agustus 2024.

Lebih lanjut Edi menyebutkan, ketersediaan pangan harus dijaga bersama agar nantinya Indonesia mampu mewujudkan swasembada hingga menjadi lumbung pangan dunia.

Karena itu, program pompa adalah upaya solutif pemerintah yang terbukti mampu mendongkrak produksi di tengah iklim ekstrim el nino.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sinyal positif akan terjadi kenaikan produksi terus menguat. Bahkan dalam Survei Kerangka Sampel Area (KSA) amatan Juni 2024, proyeksi jumlah produksi beras di Agustus dapat mencapai 2,66 juta ton dan pada September semakin meningkat menjadi 2,96 juta ton. Total produksi Agustus – September tahun ini mencapai 5,62 juta ton, meningkat 11,5 persen bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 5,04 juta ton.

Edi mengatakan, sinyal positif tersebut harus dijaga bersama sebagai kekuatan utama dalam membangun pangan ke depan. Dukungan dari berbagai pihak mutlak diberikan untuk kepentingan bangsa yang kini tengah menghadapi ancaman darurat pangan.

“Optimisme yang saat ini digaungkan pemerintah harus kita jaga agar kondisi pangan aman dan tidak berdampak pada hal lain,” katanya.

Edi menambahkan pompanisasi merupakan kebijakan cerdas yang selama ini ditungu-tunggu dan menjadi harapan petani. Sebagai informasi, total pompanisasi yang sudah termanfaatkan di seluruh Indonesia kurang lebih mencapai 20.559 unit atau seluas 582.528 hektar pompanisasi yang sudah terealisasikan. Angka sebanyak itu kemungkinan akan bertambah seiring permintaan kepala daerah di seluruh Indonesia.

“Ini langkah yang sangat cerdas karena kalau kita mau membuat sawah baru prosesnya sangat lama. Tapi dengan pompanisasi kita bisa melakukan tanam bahkan sampai 3 kali dalam setahun sehingga produksi kita tetap terjaga,” jelasnya.

Diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah fokus pada peningkatan produksi dua komoditas utama masing-masing beras dan jagung. Selain melaksanakan percepatan pompanisasi, Kementan juga telah menambah alokasi pupuk bersubsidi dari yang sebelumnya 4,5 juta ton menjadi 9,5 juta ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kecelakaan Tunggal di Pulau Sejuk, Gerak Sigap Polisi Jadi Sorotan

23 Maret 2026 - 12:16 WIB

Lewat Bantuan Sosial, Satresnarkoba Batu Bara Ajak Masyarakat Jauhi Narkoba

20 Maret 2026 - 16:03 WIB

Ultah ke-9 SMSI, Gusti Sinaga Serukan Soliditas Hadapi Tantangan Pers

18 Maret 2026 - 21:39 WIB

Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel

17 Maret 2026 - 01:27 WIB

Rapat Koordinasi Humas Lapas Tanjungbalai, Publikasi Kegiatan Pemasyarakatan Diperkuat

16 Maret 2026 - 10:54 WIB

Trending di News