Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

Diduga Hamburkan Anggaran, Forum Geuchik Kecamatan di Aceh Utara kembali ikut Bimtek ke Bali

badge-check


					Diduga Hamburkan Anggaran, Forum Geuchik Kecamatan di Aceh Utara kembali ikut Bimtek ke Bali Perbesar

Harianpaparazzi.com – Aceh Utara || Sejumlah Gelombang pertama Forum Geuchik kecamatan, masing-masing baktiya barat, baktiya, dan langkahan, kembali diberangkatkan pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) ke Bali, mereka akan berangkat pada tanggal 25/08/2024. 

Para gechik yg berangkat keluar daerah mengantongi Surat Perintah Tugas (SPT) dari Dinas BPMKS Aceh Utara.

Sedangkan kecamatan Seunuddon, Lhoksukon dan benerapa Kecamatan lainnya di Aceh Utara sedang menunggu minggu tanggal jadwal, tentunya dalam Minggu ini.

Kabar yang di himpun oleh media, para geuchik yang berangkat menggunakan lembaga dari ketua forum APDESI Aceh, Muksal Mina. Mereka dibawah oleh perintah Kejaksaan Aceh Utara, yang di arahkan oleh kasi intel kejaksaan AU (Reza). Informasi ini dihimpun dari sejumlah geuchik yang tidak mau namanya disebutkan itu.

Kegiatan yang menghabiskan ratusan juta uang untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Aceh Utara selama ini dinilai tidak memberikan dampak apa pun pada perkembangan dan kemajuan di desa.

Menurutnya, kegiatan itu dinilai hanya seremoni dan jalan-jalan para keuchik ke Bali, berulangkali para Geuchik di Aceh Utara melakukan Bimtek, namun pengelolaan keuangan di tingkat desa belum optimal dan tidak Akuntabel. 

“Buktinya, realisasi Alokasi Dana Desa di Aceh Utara, belum mencapai target dan malah tercatat sebagai daerah paling lambat realisasi anggaran dana desa, dan banyak di temukan Penggunaan dana desa di kabupaten Aceh Utara yang terkesan merugikan negara,” Sebutnya.

Menurutnya, pihak penegak hukum di wilayah Kabupaten Aceh Utara, diminta juga jangan tutup mata melihat kondisi pengololaan dana desa di Aceh Utara, yang kerap di manfaatkan oleh oknum-oknum mafia dengan modus bimtek setiap tahunnya.

Kegiatan bimtek keuchik di Aceh Utara, sepertinya sudah menjadi ajang bisnis orang-orang tertentu ditingkat Kabupaten, yang berkerja sama dengan lembaga luar daerah, dengan perjanjian Fee, dan bimtek geuchik di Aceh Utara, diduga adalah Pogram titipan oleh oknum-oknum atau lembaga-lembaga APH di kabupaten Aceh Utara itu sendiri, sehingga pelaksanaan program bimtek tersebut, berjalan begitu mulus setiap tahunnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harapan Meugang untuk Korban Banjir, Pemerintah Siapkan Daging bagi 95 Ribu KK di Aceh Tamiang

15 Februari 2026 - 22:50 WIB

Satgas PKH Gelar Rapat Lanjutan Pencabutan Izin 28 Perusahaan

15 Februari 2026 - 12:17 WIB

Satgas SAR Kota Lhokseumawe Berikan Klarifikasi Terkait Berita Yang Beredar

15 Februari 2026 - 08:58 WIB

KKR Aceh dan Pemkab Aceh Timur Gelar Haul Tragedi Simpang Kuala–Ara Kundoe

14 Februari 2026 - 20:49 WIB

Tiga Bulan Pascabanjir, Desa Kappa di Bireuen Masih Terisolasi Tanpa Listrik dan Sinyal

14 Februari 2026 - 19:54 WIB

Trending di Aceh