Aceh Utara, Harianpaparazzi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana melalui dukungan sarana operasional dari pemerintah pusat. Kali ini, Aceh Utara menerima bantuan berupa satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta dua unit mobil dapur lapangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan pemerintah daerah menangani situasi darurat, terutama ketika terjadi bencana banjir maupun kondisi lain yang membutuhkan respons cepat dan dukungan logistik bagi masyarakat terdampak.
Seluruh armada bantuan menjalani prosesi peusijuek atau tepung tawar di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Landeng, Kecamatan Lhoksukon, Kamis (22/10/2026), setelah pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayahwa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, M. Nasir, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat upaya penanganan darurat dan mitigasi bencana di daerah.

“Alhamdulillah, Kabupaten Aceh Utara mendapatkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kemendagri yang diserahkan melalui Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Bapak Dr. Drs. Safrizal, Z.A., M.Si. Selain itu, kami juga menerima satu unit mobil tangki air pendukung pemadam,” ujar M. Nasir.
Selain bantuan dari Kemendagri, Aceh Utara juga memperoleh dukungan armada dapur lapangan dari BNPB. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap, yakni satu unit pada tahap awal dan kembali ditambah satu unit pada Agustus 2026. Dengan demikian, saat ini Pemkab Aceh Utara memiliki dua unit mobil dapur lapangan yang siap mendukung penanganan bencana.
Menurut M. Nasir, keberadaan armada dapur lapangan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat ketika terjadi keadaan darurat. Fasilitas tersebut diprioritaskan untuk mendukung penanganan bencana banjir maupun kondisi lain yang membutuhkan penyediaan makanan dan logistik secara cepat.
Armada tersebut disiagakan agar dapat segera dikerahkan ke lokasi terdampak sesuai kebutuhan. Dengan dukungan sarana operasional yang memadai, proses penanganan darurat diharapkan berjalan lebih efektif, sekaligus membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat saat menghadapi bencana.
Atas dukungan tersebut, Pemkab Aceh Utara melalui BPBD menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri dan BNPB atas perhatian serta sinergi dalam memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kemendagri dan BNPB yang telah memberikan perhatian nyata dalam mendukung kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Aceh Utara,” tutur M. Nasir.
Pemkab Aceh Utara berharap dukungan armada ini dapat semakin meningkatkan kesiapan personel dan efektivitas pelayanan kebencanaan, sehingga pemerintah daerah mampu merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi demi melindungi keselamatan serta memenuhi kebutuhan masyarakat. (Advertorial)





