Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com — Pembangunan trotoar di Kota Lhokseumawe, Aceh, dinilai belum menjangkau sejumlah kawasan strategis yang ramai dikunjungi masyarakat, termasuk kawasan Pasar Inpres dan Pasar Pusong. Padahal, kedua lokasi tersebut merupakan pusat aktivitas ekonomi dengan mobilitas pejalan kaki yang cukup tinggi.
Kepala Bidang Cipta Karya dan Bina Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lhokseumawe, Junaedi, ST, mengatakan fasilitas trotoar yang tersedia saat ini masih terbatas di sejumlah ruas jalan utama.
Beberapa ruas jalan yang telah memiliki fasilitas trotoar di antaranya Jalan Merdeka Barat, Jalan Merdeka Timur, Jalan Perniagaan, Jalan Perdagangan, serta jalur menuju Stadion Mon Geudong.
“Di pusat pasar seperti Pasar Inpres dan Pasar Pusong, yang menjadi pusat keramaian dan banyak pejalan kaki, justru pembangunan trotoar masih dibutuhkan,” kata Junaedi kepada Harian Paparazi.com, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, kebutuhan pembangunan fasilitas pejalan kaki juga terdapat di sejumlah ruas jalan lainnya, seperti Jalan Malikussaleh, Jalan Iskandar Muda, Jalan Samudra, dan Jalan Tgk. Chik Ditiro.
Junaedi menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan pembangunan trotoar di berbagai kawasan Kota Lhokseumawe. Karena itu, pembangunan dan perbaikan fasilitas pejalan kaki dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Perbaikan Trotoar Capai 35 Persen
Saat ini, Dinas PUPR Kota Lhokseumawe tengah melakukan perbaikan trotoar di sepanjang Jalan Merdeka Barat hingga Jalan Merdeka Timur. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari renovasi fasilitas lama yang mengalami kerusakan setelah digunakan selama kurang lebih 12 tahun.
Junaedi memperkirakan progres pekerjaan perbaikan tersebut telah mencapai sekitar 35 persen. Ia menyebutkan bahwa kondisi trotoar yang rusak selama ini turut memengaruhi kenyamanan dan pemanfaatannya oleh masyarakat.
Ia juga mengakui bahwa pembangunan trotoar di Kota Lhokseumawe masih tertinggal dibandingkan dengan sejumlah daerah lain, termasuk Banda Aceh dan Langsa.
Menurut Junaedi, keberadaan trotoar sangat penting untuk memisahkan ruang pejalan kaki dari jalur kendaraan bermotor. Selain meningkatkan keselamatan, fasilitas tersebut juga harus mendukung aksesibilitas masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan lanjut usia.
Tiga Paket Pekerjaan Trotoar di Kecamatan Banda Sakti
Berdasarkan informasi mengenai kegiatan pembangunan dan penataan fasilitas pejalan kaki, terdapat tiga paket pekerjaan yang berlokasi di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.
Ketiga pekerjaan tersebut meliputi revitalisasi pedestrian di Jalan Merdeka dengan nilai kontrak sebesar Rp3.888.715.000,00, penataan pedestrian di Jalan H. Ramli Ridwan dengan nilai kontrak Rp3.549.743.000,00, serta revitalisasi trotoar di Jalan Merdeka dengan nilai kontrak lebih dari Rp11 miliar.
Besaran nilai kontrak tersebut menunjukkan adanya alokasi anggaran untuk peningkatan fasilitas pedestrian di sejumlah ruas jalan. Namun, rincian lebih lanjut mengenai lingkup pekerjaan, sumber pendanaan, pelaksana kegiatan, serta jadwal penyelesaian masing-masing paket perlu merujuk pada dokumen kontrak dan keterangan resmi Dinas PUPR Kota Lhokseumawe.
Adapun pendanaan pembangunan dan perbaikan trotoar disebut bersumber dari transfer keuangan daerah. Informasi mengenai rincian alokasi anggaran pada setiap ruas jalan masih perlu dipastikan melalui dokumen resmi terkait.
Ke depan, pemerataan pembangunan trotoar diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama di kawasan pasar dan pusat aktivitas masyarakat. Ketersediaan trotoar yang memadai tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas warga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kota yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengguna jalan.
(Firdaus)





