Menu

Mode Gelap
Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi Fly Ash untuk Pembangunan Berkelanjutan Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh

News

Kemendagri Perkuat Kapasitas Pemda dalam Perencanaan Pembangunan Kota lewat Bimtek

badge-check


					Kemendagri Perkuat Kapasitas Pemda dalam Perencanaan Pembangunan Kota lewat Bimtek Perbesar

Jakarta, harianpaparazzi.com — Dalam upaya memperkuat kapasitas aparatur pemerintah daerah, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Pembangunan Kota dan Manajemen Proyek.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program National Urban Development Project (NUDP) yang diinisiasi bersama Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, dan World Bank, berlangsung di Hotel Millennium Sirih Jakarta, baru-baru ini.

Bimtek tersebut menjadi langkah konkret dalam pelaksanaan salah satu komponen NUDP, yaitu City Development Planning-Project Management Capacity Development (CDP-PMCD), yang bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah.

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri, Restuardy Daud, menegaskan bahwa, Bimtek ini bertujuan agar aparatur pemerintah daerah memiliki kemampuan lebih baik dalam merencanakan dan mengelola proyek pembangunan kota.

“Kegiatan ini akan memperkuat kompetensi aparatur dalam menyusun rencana pembangunan yang komprehensif, efektif, dan berkelanjutan,” kata Restuardy Daud, dalam keterangannya yang diterima redaksi, Selasa (12/11)..

Selain meningkatkan kapasitas, Bimtek terseut juga diharapkan mampu memperkuat integrasi antara pemangku kepentingan dalam proses perencanaan. Salah satu dampak positif yang diharapkan adalah keselarasan antara perencanaan pembangunan kota dengan kebijakan pembangunan nasional dan daerah.

Restuardy juga menekankan pentingnya instrumen PIMA (Performance Improvement Management Assessment) dan MFSA (Municipal Finance Self-Assessment) dalam memberikan gambaran kapasitas pemerintah daerah.

“Hasil penilaian ini akan menjadi dasar penting bagi penyusunan kebijakan pembangunan jangka menengah dan tahunan di RPJMD serta RKPD kota-kota pilot NUDP,” tambahnya.

Dengan partisipasi 400 peserta dari 13 kota pilot NUDP, pihaknya berharap Bimtek tidak hanya berdampak pada kota-kota tersebut, tetapi juga dapat menjadi model bagi peningkatan kualitas perencanaan dan pembangunan di daerah lain di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ultah ke-9 SMSI, Gusti Sinaga Serukan Soliditas Hadapi Tantangan Pers

18 Maret 2026 - 21:39 WIB

Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel

17 Maret 2026 - 01:27 WIB

Rapat Koordinasi Humas Lapas Tanjungbalai, Publikasi Kegiatan Pemasyarakatan Diperkuat

16 Maret 2026 - 10:54 WIB

Sore Ramadan di Batu Bara, PAC Pemuda Pancasila Lima Puluh Berbagi Takjil untuk Warga

15 Maret 2026 - 18:17 WIB

Ramadan Penuh Kepedulian, 100 Siswa SIP Salurkan Bantuan untuk Santri Ponpes Al Istiqomah Sukaraja

15 Maret 2026 - 16:27 WIB

Trending di News