BANDA ACEH, Harianpaparazzi.com – Sejumlah wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh mengaku merasa terpinggirkan selama ini. Mereka berharap kepemimpinan PWI Aceh ke depan lebih memperhatikan keberadaan dan kebutuhan anggota di daerah.
“Habis manis sepah dibuang. Beginilah tamsilan kami selama ini,” ungkap seorang anggota PWI kepada calon Ketua PWI Aceh, Sayuti Achmad, saat berkunjung ke wilayah Barsela pada 20 Oktober 2026.
Menurutnya, perhatian terhadap anggota di daerah seolah hanya muncul menjelang pelaksanaan konferensi. Setelah itu, komunikasi dan perhatian dari pengurus provinsi kembali menghilang.
“Jangankan memenuhi janji politik, menyapa atau sekadar mengucapkan say hello saja tidak pernah. Namun, ketika menjelang pesta konferensi, kami kembali dihubungi dengan berbagai janji politik lainnya,” ujarnya.
Harapan agar PWI Aceh ke depan lebih memperhatikan anggota juga disampaikan Zulmas, mantan Ketua PWI Aceh Selatan, saat bersilaturahmi dengan Sayuti Achmad, Rabu (21 Oktober 2026).
Zulmas mengaku selama ini merasa terpinggirkan. Menurutnya, hubungan antara pengurus PWI provinsi dan pengurus di daerah terkesan hambar, seolah tidak ada lagi kedekatan dan ikatan emosional.
“PWI itu rumah besar kita. Jangan dibuat kotak-kotak hingga seolah-olah ada jurang pemisah antara pengurus provinsi dan daerah,” ungkap Zulmas.
Sementara itu, Irfan Tarigan mengisahkan pengalamannya yang telah 11 tahun lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Muda, tetapi belum pernah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti UKW jenjang Madya melalui fasilitasi organisasi.
“Kemarin saya mengikuti UKW Madya secara mandiri di Medan,” ungkapnya.
Ia berharap calon Ketua PWI Aceh, Sayuti Achmad, nantinya dapat memprioritaskan peningkatan kompetensi anggota melalui program UKW. Menurutnya, pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) merupakan hal penting bagi kemajuan wartawan.
“Pendidikan untuk meningkatkan SDM itu penting. Hal seperti inilah yang selalu saya kejar,” tambah Irfan.
Harapan serupa disampaikan Safrizal dari Aceh Barat Daya (Abdya). Meski jumlah anggota PWI di kabupaten tersebut relatif sedikit, ia berharap adanya penyegaran, gagasan inovatif, dan program yang mampu mendorong kemajuan organisasi.
“Saya berharap dan yakin Pak Sayuti Achmad mampu melakukan itu,” katanya.
Suasana hangat juga terlihat dalam kegiatan silaturahmi di PWI Nagan Raya. Para anggota mengaku telah lama menantikan kehadiran Sayuti Achmad di kabupaten yang dikenal sebagai Negeri Giok tersebut.
Secara umum, mereka berharap kepemimpinan PWI Aceh ke depan mampu menghadirkan inovasi baru sekaligus menjaga kebersamaan dan memperkuat persatuan di dalam organisasi.
Anggota PWI Nagan Raya juga berharap pengalaman kurang menyenangkan yang mereka rasakan selama ini tidak kembali terulang. Mereka menginginkan perhatian yang setara bagi seluruh anggota, tanpa membedakan wilayah atau kedudukan dalam organisasi.
“Kami tidak ingin terperosok ke lubang yang sama. Jika Pak Sayuti serius, kami siap memberikan dukungan penuh. Namun, tolong jangan anggap kami sebagai anak tiri nantinya,” ungkap salah seorang anggota PWI Nagan Raya.
Menanggapi berbagai keluhan dan harapan tersebut, Sayuti Achmad menegaskan komitmennya untuk menghadirkan gagasan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi anggota PWI Aceh.
Ia mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan para anggota selama kunjungan silaturahmi di wilayah Barsela. Menurutnya, komunikasi dan kebersamaan menjadi modal penting untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
“Alhamdulillah, hari ini saya sangat terkesan atas berbagai masukan yang disampaikan. Mari kita bekerja keras untuk kebersamaan dan kemajuan PWI,” ajak Sayuti Achmad.**





